JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Nah Lo!KPK dan Kejaksaan Ikut Selidiki Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Bankeu Wonogiri Karanganyar Klaten

Korupsi
Konferensi pers terkait kasus dugaan penyelewengan dana bankeu Wonogiri Karanganyar Klaten. Dok. Polda Jateng

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jangan salah! Penyelidikan kasus dugaan penyelewengan dana bankeu Wonogiri Karanganyar Klaten masih berlanjut.

Kali ini bukan hanya kepolisian yang menyelidiki kasus dugaan penyelewengan dana bankeu Wonogiri Karanganyar Klaten itu.

Otoritas kepolisian Jateng bahkan menggandeng KPK hingga Kejaksaan untuk menyelidiki kasus dugaan penyelewengan dana bankeu Wonogiri Karanganyar Klaten itu.

Dalam rilis yang diterima, Ditreskrimsus Polda Jateng memastikan kasus dugaan penyelewengan dana bankeu alias bantuan keuangan Provinsi Jateng yang dilaporkan terjadi di sejumlah desa di tiga kabupaten, yaitu Wonogiri, Karanganyar, dan Klaten, tetap berlanjut.

Dalam penyelidikan kasus ini Polda Jateng menggandeng beberapa pihak terkait seperti dari KPK, Bareskrim, Bawaslu Jateng, Kejaksaan, dan Inspektorat Provinsi Jawa Tengah

“Kami baru saja melakukan koordinasi dengan hasil kesepakatan ditemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan bantuan keuangan provinsi Jateng di tingkat desa tahun anggaran tahun 2020-2022,” ujar Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Dwi Subagio, Selasa (5/12/2023).

Baca Juga :  Wonogiri Gudangnya!Nikmati Sensasi Gurih Pedas Manis, Inilah Resep Lobster ala Restoran Bintang Lima!

Kombes Dwi Subagio mengatakan, sampai awal Desember ini telah memanggil dua saksi tambahan yang diperiksa terkait kasus ini. Sampai sekarang yang sudah diperiksa 15 orang.

Terkait pemeriksaan Kades, ia menyebut, sudah ada Kades yang dimintai keterangan, Mereka sudah menyampaikan hal-hal yang menjadi pengetahuan mereka dalam kasus ini.

“Ya kades berasal di antara ketiga daerah tersebut,” ujar Kombes Dwi Subagio.

Bantuan keuangan yang ditelusuri polisi ini bernilai ratusan miliar di tiga daerah, Menurut keterangan, seluruh bantuan Bankeu Jawa Tengah tahun 2020 sebesar Rp1 triliun untuk 5.376 titik di Jateng.

Pada tahun tersebut, Wonogiri mendapatkan jatah Rp 30 miliar untuk untuk 228 titik, Karanganyar Rp 36 miliar untuk 188 titik dan Klaten 65 miliar untuk titik 306 titik.

Tahun berikutnya 2021 total bantuan Rp2 triliun 7.809 titik. Wonogiri dapat kucuran Rp 47 miliar untuk 441 titik di 251 desa, Karanganyar Rp43 miliar untuk 271 titik di 162 desa dan Klaten Rp79 miliar untuk 440 titik di 391 desa.

Baca Juga :  Akhirnya Komunitas Belajar MKKS SMP Rayon Wonogiri Gelar Berbagi Praktik Baik

Kemudian di tahun 2022 total Rp 1,7 triliun untuk 12.726 titik se Jateng, Wonogiri dapat Rp 43 miliar untuk 441 titik, Karanganyar Rp 82 miliar untuk 555 titik dan Klaten Rp 82 miliar.

“Untuk nilai kerugian belum tahu, Masih tahap penyelidikan butuh pendalaman data-data,” beber Kombes Dwi Subagio.

Pihaknya kembali menegaskan kasus ini murni dari aduan masyarakat atau LSM.
Tidak sama sekali berkaitan dengan politik, pengungkapan kasus ini tak berkaitan dengan pemilu.

Sementara, Kepala bagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Proses Bawaslu Jateng, Sadhu Sudiyarto, belum melihat adanya indikasi pelanggaran terkait Pemilu dalam kasus tersebut.

Perwakilan dari Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Inspektorat Provinsi Jawa Tengah, Anton, menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman pemeriksaan atas laporan terkait bantuan keuangan tersebut.

“Setiap pemeriksaan pasti ada catatan, Kami audit nanti hasilnya kita koordinasikan ke Ditreskrimsus,” kata dia. Aris Arianto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com