
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Menjelang Lebaran yang identik dengan tradisi saling memaafkan, suasana serupa juga tampak di kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kawasan Sumber, Solo, Kamis (12/3/2026) sore.
Rismon Sianipar, yang sebelumnya menjadi tersangka dalam polemik tudingan ijazah palsu, datang langsung ke rumah Jokowi untuk bertemu dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Rismon tiba sekitar pukul 17.10 WIB dengan menumpang mobil Toyota Fortuner berwarna hitam. Ia datang bersama kuasa hukumnya. Setelah berada di dalam rumah selama sekitar 43 menit, Rismon dan tim kuasa hukumnya keluar dari kediaman tersebut pada pukul 17.53 WIB.
Usai pertemuan itu, Rismon menyatakan bahwa dalam penelitian terbarunya ia tidak lagi menemukan kejanggalan terkait dugaan manipulasi digital terhadap ijazah Jokowi.
Menurutnya, kesimpulan terbaru tersebut ia sampaikan bukan karena tekanan ataupun rasa takut.
“Ada temuan baru dalam penelitian saya. Tidak ada kejanggalan terkait manipulasi digital yang sebelumnya saya simpulkan dalam buku Jokowi White Paper. Itu bahkan melukai saya sebagai peneliti juga. Tapi truth sometimes hurts. Kebenaran itu kadang memang menyakitkan,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa perubahan kesimpulan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab akademik seorang peneliti yang harus bersikap objektif.
“Semua harus kita pertanggungjawabkan. Penelitian yang panjang dan berkelanjutan ini memang seharusnya on going. Kita harus menyatakannya secara objektif,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rismon juga secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada publik, termasuk kepada Jokowi secara pribadi.
“Tentu saya juga meminta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Pak Joko Widodo. Itulah tanggung jawab seorang peneliti yang independen, yang siap dicerca dan dihina dengan berbagai narasi,” katanya.
Sementara itu, kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, mengatakan kedatangan mereka ke kediaman Jokowi merupakan bagian dari upaya penyelesaian perkara melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Menurutnya, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan bersahabat.
“Ini pertemuan yang bersahabat. Tujuannya tentu untuk menyelesaikan perkara ini, khususnya antara Rismon dengan Pak Jokowi. Sebenarnya semuanya sudah jelas, hanya saja dalam mekanisme restorative justice memang harus ada proses saling memaafkan,” ujarnya.
Jahmada menambahkan, permintaan maaf tersebut juga telah disampaikan secara tertulis kepada pihak Jokowi.
“Pertemuannya cukup bersahabat. Tadi bahkan sempat ada ketawa di dalam, apalagi menjelang buka puasa. Benar-benar seperti yang kita harapkan. Kami diterima secara pribadi oleh Pak Jokowi,” pungkasnya. [Ando]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














