
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Upaya menumbuhkan minat literasi di kalangan pelajar terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk “Bikin Cerita Segampang Bikin Indomie” yang digelar di SMP Marsudirini, Solo pada Kamis (12/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 15.30 WIB tersebut dirancang sebagai kelas kreatif menulis cerita bagi para murid. Program itu diinisiasi oleh komunitas literasi SeKata yang selama ini aktif mengembangkan gerakan literasi dan kreativitas menulis di Kota Solo.

Dalam kegiatan itu, para siswa diajak memahami bahwa menulis cerita tidak harus menggunakan teori yang rumit. Melalui metode yang sederhana dan menyenangkan, peserta belajar memulai cerita tanpa harus bingung mencari ide.
Materi yang diberikan antara lain bagaimana mengubah ide sederhana menjadi sebuah karya cerita, menuliskan pengalaman atau hal di sekitar menjadi cerita menarik, hingga menumbuhkan karakter positif melalui aktivitas menulis.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menekankan bahwa menulis dapat menjadi sarana terapi semangat sekaligus mengasah kreativitas dan imajinasi. Para peserta juga diajak memahami bahwa apa pun yang dibaca atau dilihat dapat diolah menjadi cerita yang unik dan menarik.
Tiga narasumber terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Didik Kartika sebagai pembimbing jurnalistik, Hamdani MW sebagai penulis dongeng, serta Albert Wei yang dikenal sebagai mind creator.

Dalam kesempatan itu, Albert Wei mengajak para murid untuk membiasakan menuliskan apa yang menjadi impinan dan keinginan dalam diary. Dalam pikiran bawah sadar, menurut Albert, kelak impinan itu bisa menjadi kenyataan.
Sementara itu, Hamdani MW lebih fokus mengajarkan teknik menggali ide cerita secara spontan, lalu menuliskannya dalam sebuah cerita. Melalui pancingan kata-kata random, para murid terlihat sangat antusias melontarkan imajinasinya.
Adapun Didik Kartika dalam kesempatan itu sempat menampilkan puisi karyanya dan dibacakan di depan kelas. Ia mengatakan, masing-masing murid memiliki ketertarikan terhadap karya, baik desain, melukis menulis cerita maupun puisi.
Melalui kegiatan tersebut Didik berharap para murid semakin percaya diri dalam menulis serta mampu mengekspresikan gagasan dan imajinasi mereka dalam bentuk cerita atau karya yang menarik.
Program literasi seperti itu juga menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan budaya menulis sejak dini di kalangan pelajar. Dengan pendekatan yang ringan dan kreatif, menulis diharapkan tidak lagi dianggap sebagai aktivitas yang sulit, melainkan kegiatan yang menyenangkan.
Di penghujung latihan, para murid langsung diajak praktik membikin cerita dengan gembira. Karya para murid itu nanti menurut Didik Kartika, akan dihimpun dalam sebuah buku antologi cerita. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














