Beranda Nasional Jogja Terungkap! 53 Balita Diduga Jadi Korban Kekerasan di Daycare Jogja

Terungkap! 53 Balita Diduga Jadi Korban Kekerasan di Daycare Jogja

Ilustrasi tindakan kekerasan | pixabay

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dugaan praktik kekerasan terhadap anak kembali mencoreng dunia pengasuhan di Yogyakarta. Sebuah daycare bernama Little Aresha kini menjadi sorotan setelah puluhan Balita diduga mengalami perlakuan tidak manusiawi, bahkan mengarah pada kekerasan fisik dan verbal.

Fakta yang terungkap tak hanya mencengangkan, tetapi juga memantik keprihatinan. Dari total 103 anak yang dititipkan, sekitar 53 anak diduga menjadi korban dengan rentang usia yang sebagian bahkan masih di bawah dua tahun.

Laporan orang tua mengungkap pola kekerasan yang disebut-sebut terjadi secara sistematis. Anak-anak yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan aman justru mengalami luka fisik seperti kulit melepuh, bekas cubitan, cakaran, hingga luka di bagian punggung dan bibir. Lebih mengkhawatirkan, sebagian besar anak juga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan seperti pneumonia.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizki Adrian, membenarkan bahwa pihaknya tengah menangani kasus tersebut. Ia menyebut penyelidikan bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya perlakuan diskriminatif dan kekerasan di daycare tersebut.

Baca Juga :  Damkar Sleman Jadi Korban Telepon Fiktif Berkedok Evakuasi Ular, Diduga Ulah Pinjol

“Ada yang umur dari 0 sampai 3 bulan itu berbeda-beda. Tapi kalau jumlah semua kami lihat itu 103. Tapi kalau untuk yang kita lihat ada dugaan tindakan kekerasannya itu sekitar 53 anak,” terang Adrian.

Ia menambahkan, indikasi kekerasan diduga sudah berlangsung cukup lama, bahkan lebih dari satu tahun, mengingat sebagian pengasuh telah bekerja dalam kurun waktu tersebut.

“Untuk informasi detailnya nanti hari Senin kami rilis,” tegas Adrian.

Tak hanya dugaan kekerasan, kondisi fasilitas daycare juga memantik perhatian serius. Polisi menemukan adanya tiga ruangan berukuran sekitar 3×3 meter yang masing-masing diisi hingga 20 anak. Kondisi ini dinilai tidak layak dan berpotensi membahayakan.

“Jadi ada tiga kamar ukuran sekitar 3×3 meter persegi, tetapi disi 20 anak untuk satu kamar,” tegasnya.

Lebih jauh, ditemukan pula indikasi penelantaran. Anak-anak disebut dibiarkan tanpa pengawasan memadai, bahkan dalam kondisi sakit.

“Jadi dibiarkan begitu saja, ada yang diikat kakinya, tangannya. Bahkan ada yang muntah itu dibiarkan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dijemput Malam Hari, Pelajar Bantul Tewas Diduga Dianiaya Beramai-ramai

Saat ini, sejumlah pihak yang diduga terlibat masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Yogyakarta. Polisi juga terus mendalami kasus ini untuk mengungkap pihak yang paling bertanggung jawab.

Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya pengawasan ketat terhadap lembaga penitipan anak, sekaligus menegaskan bahwa keamanan dan kesejahteraan anak harus menjadi prioritas utama. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.