Beranda Daerah Wonogiri VIRAL Daftar Jalan Rusak di Jateng Masuk Daftar Perbaikan! Cek Wilayahmu Kebagian...

VIRAL Daftar Jalan Rusak di Jateng Masuk Daftar Perbaikan! Cek Wilayahmu Kebagian atau Cuma Dijanjikan

Ilustrasi jalan rusak. Foto/Wardoyo

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah bertahun-tahun menjadi bahan obrolan warga, bahan konten media sosial, hingga langganan keluhan pengendara yang harus berjibaku menghindari lubang bak arena permainan, puluhan ruas jalan provinsi di Jawa Tengah akhirnya masuk daftar prioritas peningkatan dan rehabilitasi pada tahun anggaran 2026.

Bagi masyarakat yang selama ini merasa lebih hafal posisi lubang dibanding rambu lalu lintas, daftar proyek yang diumumkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini menjadi informasi yang paling ditunggu. Sebab, kondisi jalan yang mulus bukan lagi sekadar soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan, biaya transportasi, hingga perputaran ekonomi daerah.

Melansir laman resmi Pemprov Jateng, data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, sejumlah ruas jalan strategis akan mendapatkan pekerjaan peningkatan kualitas jalan pada tahun 2026.

✓ Wiradesa–Kajen

✓ Wanayasa–Kalibening

✓ Brigjend Sudiarto

✓ Jepara–Keling

✓ Kudus–Colo

✓ Todanan–Ngawen

✓ Demak–Godong

✓ Singget/Batas Kabupaten Grobogan–Doplang–Cepu

✓ Kuwu–Galeh

✓ Galeh–Ngrampal

✓ Sirampog–Bumiayu

✓ Jalur Penyelamat Kalijambe

✓ Batas Kota Salatiga–Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan

Tak hanya peningkatan jalan, sejumlah ruas lain juga masuk program rehabilitasi yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat karena kerusakan yang mengganggu aktivitas harian.

✓ Pati–Tayu

✓ Pati–Kayen–Sukolilo

✓ Jepara–Kudus

✓ Patikraja–Kaliori

✓ Sidareja–Cukangleusleus

✓ Karanganyar–Tawangmangu–Kalisoro

✓ Ngadirojo–Biting (Wonogiri sampai perbatasan Ponorogo)

✓ Ngadirojo–Giriwoyo (Wonogiri)

✓ Wonogiri–Manyaran–Blimbing (Wonogiri)

✓ Sapuran–Kepil

✓ Bandungsari–Panangapan

✓ Bandungsari–Salem

Daftar tersebut menunjukkan bahwa wilayah pantura, selatan, tengah hingga perbatasan provinsi mendapat perhatian dalam program perbaikan tahun ini. Masyarakat pun berharap proyek tidak berhenti di papan nama kegiatan semata, melainkan benar-benar menghasilkan jalan yang awet dan nyaman dilalui.

Baca Juga :  Jalan Rusak Puluhan Tahun Bikin Emosi, Ahmad Luthfi Janji Perbaikan Akhir 2026! Warga: Kami Catat Omonganmu

Selain jalan, sejumlah jembatan penting juga masuk agenda penanganan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan melakukan penggantian Jembatan Dengkeng di Kabupaten Klaten pada ruas Karangwuni–Batas DIY.

Sementara itu, rehabilitasi juga dilakukan pada:

• Jembatan Lusi Putat di Lingkar Utara Purwodadi

• Jembatan Jurang Gowang ruas Kutoarjo–Bruno, Purworejo

• Jembatan Kalidawe ruas Parakan–Patean

• Jembatan Krompeng ruas Kajen–Batang

Skala pekerjaan yang dilakukan cukup besar. Pemprov Jateng juga menyiapkan pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.414,59 kilometer yang tersebar di 173 ruas jalan, serta pemeliharaan jembatan provinsi sepanjang 26.445,77 meter.

Salah satu ruas yang menjadi perhatian khusus adalah Jalan Raya Randublatung–Cepu di Kabupaten Blora. Ruas ini selama beberapa waktu terakhir menjadi perbincangan karena kondisi kerusakan yang dikeluhkan masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa perbaikan ruas tersebut telah dianggarkan sebesar Rp5,276 miliar pada tahun 2026 dan saat ini memasuki tahapan pelelangan.

Anggaran tersebut difokuskan untuk menangani kerusakan berat di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung. Bahkan desain teknis masih dievaluasi agar panjang ruas jalan yang diperbaiki dapat ditambah sehingga manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.

Sebelumnya, pada tahun 2025, penanganan ruas Singget–Doplang–Cepu sepanjang 2,611 kilometer di Desa Petak, Desa Dinding, dan Desa Betekan telah dilakukan dengan anggaran mencapai Rp19,92 miliar.

Pemprov Jawa Tengah juga tidak hanya mengandalkan APBD daerah. Berbagai usulan bantuan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) terus diperjuangkan untuk mempercepat penanganan infrastruktur, khususnya di wilayah yang membutuhkan pembenahan segera.

Baca Juga :  Dituntut Dicopot, Camat Selogiri Fredy Sasono: Saya Prajurit

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat merespons berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur.

Menurutnya, keluhan yang ramai di media sosial tidak boleh dianggap sekadar lalu-lalang komentar dunia maya. Justru dari situlah pemerintah dapat membaca kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Ia juga menekankan agar kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama. Jalan yang diperbaiki harus memberikan manfaat jangka panjang dan tidak berubah menjadi proyek tambal-sulam yang kembali rusak setelah beberapa musim hujan.

Prioritas utama, menurutnya, harus diberikan kepada ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat sehingga keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin.

Kini masyarakat tinggal menunggu realisasi di lapangan. Sebab bagi warga yang setiap hari melintasi jalan rusak, ukuran keberhasilan bukan terletak pada panjang daftar proyek atau besarnya angka anggaran, melainkan pada satu hal sederhana: apakah perjalanan menjadi lebih nyaman tanpa harus menghafal lokasi lubang dari kilometer ke kilometer.
Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.