
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memperkuat upaya mencetak generasi pengusaha muda melalui WIBAWA Grow Day 2026: Berani Mulai, Siap Bertumbuh. Kegiatan yang diikuti sekitar 400 mahasiswa tersebut digelar di Gedung FKIP UNS, Sabtu (18/7/2026).
Program yang mengusung tema PRO-KESRA Produktif itu menjadi ajang pembekalan bagi peserta Program Wirausaha Muda Mahasiswa (WIBAWA) agar mampu mengembangkan ide bisnis menjadi usaha yang berkelanjutan dan siap bersaing di pasar.
Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, Ph.D, mengatakan WIBAWA Grow Day dirancang sebagai ruang belajar praktis bagi mahasiswa untuk mengubah minat, gagasan, maupun rintisan usaha menjadi model bisnis yang terarah, teruji, dipercaya pasar, dan memiliki peluang berkembang.
Menurut Riza, tantangan ketenagakerjaan di Indonesia masih cukup besar. Dari sekitar 154,91 juta angkatan kerja, sebanyak 147,67 juta telah bekerja, sementara 7,24 juta lainnya masih menganggur. Di sisi lain, setiap tahun terdapat sekitar 1,47 juta lulusan perguruan tinggi yang memasuki dunia kerja.
“Kampus tidak cukup hanya mencetak lulusan yang siap bekerja. Perguruan tinggi juga harus menjadi tempat lahirnya inovator, pengusaha, dan pencipta lapangan kerja,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Ia menilai kolaborasi antara Kementerian UMKM dan UNS menjadi contoh implementasi kebijakan kewirausahaan yang diwujudkan dalam program yang konkret, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan calon wirausaha maupun pelaku usaha pemula.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya berani memulai usaha, tetapi juga siap bertumbuh. Mereka harus memahami pasar, membangun tim, mengelola keuangan, memanfaatkan teknologi, serta menyiapkan usaha agar dipercaya pelanggan maupun lembaga pembiayaan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D, menegaskan komitmen UNS dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa melalui Program WIBAWA.
Menurutnya, WIBAWA merupakan program inkubasi kewirausahaan pada tahap pra-startup atau ideation stage yang diperuntukkan bagi mahasiswa aktif UNS. Program ini dijalankan secara swadaya dengan memberikan hibah modal usaha senilai Rp5 juta hingga Rp15 juta untuk setiap kelompok peserta.
Dody menjelaskan, kebijakan pengembangan kewirausahaan di UNS kini telah bertransformasi dari sekadar pemberian bantuan modal menjadi ekosistem pembelajaran yang terintegrasi, inklusif, dan diakui secara akademik.
Ia menambahkan, penguatan ekosistem tersebut juga dilakukan melalui berbagai kemitraan strategis, di antaranya dengan BAZNAS RI melalui Program Pemberdayaan Zakat, UD Impact Korea Selatan lewat program MAJU:ON, serta Kementerian Perdagangan RI melalui program Campuspreneur.
Melalui kolaborasi tersebut, UNS berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu membangun usaha mandiri sekaligus menjadi pencipta lapangan kerja baru setelah menyelesaikan pendidikan. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














