Beranda Edukasi Akademia FMIPA UNS Gelar Pengabdian Internasional Bersama Jerman dan Zimbabwe, Perkuat Kolaborasi Penanganan...

FMIPA UNS Gelar Pengabdian Internasional Bersama Jerman dan Zimbabwe, Perkuat Kolaborasi Penanganan Sampah dan Keberlanjutan Lingkungan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional bertajuk "Connecting Science with Community Development and Government" pada 9 Juli 2026. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional bertajuk “Connecting Science with Community Development and Government” pada 9 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas lingkungan untuk berbagi pengalaman serta merumuskan solusi pengelolaan sampah dan lingkungan yang berkelanjutan.

Pengabdian internasional ini menghadirkan dua pakar dunia di bidang kimia yaitu Prof. Dr. rer. nat. Jan J. Weigand dari Technische Universität Dresden, Jerman, serta Prof. Gift Mehlana, Ph.D. dari Midlands State University, Zimbabwe. Kegiatan dipimpin oleh Prof. Dr.rer.nat. Witri Wahyu Lestari, S.Si., M.Sc. dari Program Studi Kimia FMIPA UNS sebagai Ketua Tim Pengabdian Internasional, bersama tim dosen FMIPA UNS, di antaranya Prof. Dr. Sayekti Wahyuningsih dan Prof. Dr. Khoirina.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional bertajuk “Connecting Science with Community Development and Government” pada 9 Juli 2026. Istimewa

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FMIPA UNS, Prof. Dr. Hasih Pratiwi, serta dihadiri sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai instansi. Peserta terdiri atas perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) se-Solo Raya, meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, dan Wonogiri, serta dosen dan pengelola program Green Campus dari Universitas Sebelas Maret, Universitas Setia Budi, Program Studi Ilmu Lingkungan, dan Program Pascasarjana Ilmu Lingkungan UNS.

Dalam sesi pertama, Prof. Jan J. Weigand menyampaikan materi sekaligus workshop bertajuk “From Waste to Treasure: Metal Recycling and Sustainability”. Beliau menekankan pentingnya mengubah paradigma pengelolaan limbah dari sekadar membuang menjadi memanfaatkan kembali sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi melalui konsep circular economy.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional bertajuk “Connecting Science with Community Development and Government” pada 9 Juli 2026. Istimewa

Prof. Weigand menjelaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara bijaksana dengan menghasilkan limbah seminimal mungkin. Melalui kisah sejarah penemuan unsur fosfor hingga pemanfaatannya dalam berbagai bidang, beliau menggambarkan bagaimana ilmu kimia berperan penting dalam memahami siklus material di alam dan mengoptimalkan pemanfaatannya secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Usai Podcast FX Rudy Heboh, Jokowi Bantah Pernah Minta Tiga Periode ke Megawati

Beliau juga memberikan berbagai contoh praktik terbaik pengelolaan limbah di Jerman dan Jepang, termasuk sistem pemilahan sampah sejak dari sumber, proses daur ulang logam, pemanfaatan limbah baterai dan aki, serta teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik. Menurutnya, keberhasilan sistem tersebut tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh tingginya kesadaran masyarakat dan dukungan kebijakan pemerintah.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional bertajuk “Connecting Science with Community Development and Government” pada 9 Juli 2026. Istimewa

Sementara itu, Prof. Gift Mehlana membagikan pengalaman mengenai “Environmental Waste Management in Zimbabwe”, yang menggambarkan berbagai inovasi pengelolaan limbah di Zimbabwe dan beberapa negara Afrika. Dalam paparannya dijelaskan bagaimana limbah pertambangan dimanfaatkan kembali melalui proses ekstraksi mineral untuk bahan konstruksi, limbah organik dari biodigester diolah menjadi pupuk cair dan biogas, serta limbah plastik dimanfaatkan sebagai campuran material pengaspalan jalan.

Menurut Prof. Mehlana, pengelolaan limbah yang efektif memerlukan sinergi antara masyarakat, dunia akademik, industri, dan pemerintah. Kebijakan yang berpihak pada ekonomi sirkular serta investasi dalam teknologi pengolahan limbah menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional bertajuk “Connecting Science with Community Development and Government” pada 9 Juli 2026. Istimewa

Diskusi berlangsung sangat interaktif. Para peserta dari Dinas Lingkungan Hidup berbagai kabupaten/kota di Solo Raya aktif menyampaikan berbagai persoalan pengelolaan sampah di daerah masing-masing, mulai dari sistem pemilahan, pengolahan limbah rumah tangga, hingga tantangan penerapan kebijakan persampahan. Berbagai pengalaman internasional yang dipaparkan para narasumber diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus referensi dalam merumuskan kebijakan dan inovasi pengelolaan sampah di tingkat daerah.

Ketua kegiatan, Prof. Witri Wahyu Lestari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah.

“Melalui forum ini kami berharap lahir berbagai rekomendasi kebijakan, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan ilmu pengetahuan, inovasi, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Prof. Witri.

Baca Juga :  Road to Laweyan Fest 2026 Perkuat Batik Sebagai Identitas Bangsa

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis FMIPA UNS dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus mendukung upaya pemerintah menuju pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan ekonomi sirkular, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan sistem pengelolaan sampah perkotaan, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengurangan limbah dan peningkatan praktik daur ulang, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan emisi dari pengelolaan limbah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi internasional antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

Kegiatan pengabdian internasional ini didukung oleh LPDP – Indonesian Endowment Fund for Education atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan dikelola melalui Program EQUITY Universitas Sebelas Maret dalam skema International Research Network Program – EQUITY THE Impact Rankings 2025 berdasarkan Contract No. 4315/B3/DT.03.08/2025 dan No. 84/UN27/KS/2025. *

 

 

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.