JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perang melawan narkoba memasuki babak yang semakin rumit. Para pelaku tak lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional, tetapi mulai menyusupkan zat terlarang ke dalam produk yang akrab digunakan masyarakat, termasuk vape atau rokok elektrik. Di saat yang sama, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap ratusan narkotika jenis baru telah terdeteksi masuk ke Indonesia.
Kepala BNN Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan perkembangan New Psychoactive Substances (NPS) menjadi tantangan serius dalam upaya pemberantasan narkotika. Salah satu zat yang kini menjadi perhatian adalah etomidate yang ditemukan dalam cairan vape.
“Setidaknya terdapat 1.452 jenis NPS,” kata Suyudi dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 178 jenis telah teridentifikasi beredar di Indonesia.
“178 jenis teridentifikasi masuk Indonesia,” ujarnya.
BNN juga telah melakukan pengujian terhadap sejumlah sampel cairan vape yang beredar di masyarakat. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar mengandung zat berbahaya seperti kanabinoid sintetis, metamfetamin, serta etomidate yang termasuk dalam kelompok narkotika jenis baru.
Temuan itu membuat BNN mendorong pemerintah memperketat pengawasan terhadap peredaran rokok elektrik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai media penyelundupan narkoba.
“BNN telah merekomendasikan pelarangan ketat atas produk vape atau rokok elektrik,” kata Suyudi.
Selain mengungkap pola baru peredaran narkotika, BNN juga menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga memutus sumber kekuatan ekonomi jaringan narkoba.
“Kami tidak cukup puas hanya menangkap, tetapi ada semangat untuk memiskinkan bandar,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyebut pemberantasan narkotika merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah. Menurutnya, melindungi masyarakat dari penyalahgunaan narkoba merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Ia mengingatkan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai apabila generasi muda terus menjadi sasaran peredaran narkotika.
“Jika generasi muda hancur karena narkoba, maka yang terjadi adalah Indonesia Cemas,” ucap Djamari. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















