WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 647 siswa SMP Negeri 2 Giritontro Wonogiri selama tiga hari harus meninggalkan sejenak rutinitas belajar di ruang kelas. Mereka tidur di tenda, menjalankan tugas dalam kelompok, menjaga kebersihan, mengikuti aturan, dan belajar menyelesaikan berbagai tanggung jawab bersama.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3 Gugus Depan 09.047–09.048 SMPN 2 Giritontro yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di lapangan SMP Negeri 2 Giritontro.
Bagi ratusan siswa kelas VII, VIII, dan IX itu, kegiatan Pramuka bukan sekadar mendirikan tenda lalu menghabiskan waktu di lapangan. Selama tiga hari, mereka ditempatkan dalam situasi yang menuntut kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus kemampuan menjalankan tanggung jawab sebagai anggota regu.
Jumlah peserta yang mencapai 647 siswa membuat Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3 menjadi salah satu kegiatan besar di lingkungan SMPN 2 Giritontro. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia bersama pembina Pramuka.
Di tengah aktivitas kemah, siswa dituntut mampu mengatur waktu dan menjalankan tugas masing-masing. Mereka juga belajar bagaimana bekerja dalam kelompok dengan karakter teman yang berbeda, membagi tanggung jawab, saling membantu, hingga menjaga lingkungan tempat mereka berkegiatan.
Pengalaman seperti itu menjadi bagian penting dari pendidikan karakter karena siswa menghadapi langsung situasi yang tidak selalu mereka temui ketika mengikuti pembelajaran di kelas.
Ketua Panitia Kemah Blok Penggalang AMERTA 3, Ahmad Sidik Pranoto, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang sebagai sarana pembelajaran melalui pengalaman langsung.
“Kemah Blok Penggalang AMERTA 3 ini kami selenggarakan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman secara langsung. Mereka belajar mandiri, disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, saling membantu, serta menjaga lingkungan. Harapan kami, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, keterlibatan peserta didik dari kelas VII hingga IX juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antarsiswa. Kakak kelas dan adik kelas dapat berinteraksi dalam satu kegiatan, bekerja bersama, serta membangun rasa persaudaraan dalam suasana yang berbeda dari aktivitas pembelajaran sehari-hari.
Nilai yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada kemampuan siswa mengikuti rangkaian acara. Lebih jauh, pengalaman selama kemah diharapkan membentuk kebiasaan positif yang dapat dibawa kembali ke sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.
Kepala SMP Negeri 2 Giritontro sekaligus Kamabigus Gugus Depan 09.047–09.048, Retjo Wulandari, menegaskan bahwa kegiatan Pramuka memiliki posisi penting dalam pendidikan karakter peserta didik.
Hal itu disampaikan dalam amanat upacara penutupan Kemah Blok Penggalang AMERTA 3. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, pembina Pramuka, guru, dan karyawan yang telah mendukung kegiatan selama tiga hari tersebut.
“Pramuka bukan hanya tentang kegiatan berkemah, tetapi merupakan proses pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar disiplin, mandiri, bertanggung jawab, bekerja sama, saling menghargai, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” tutur Retjo Wulandari.
Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam penutupan kegiatan. Sebab, ukuran keberhasilan sebuah kegiatan Pramuka bukan hanya ketika seluruh peserta mampu menyelesaikan rangkaian acara, tetapi juga ketika nilai yang diperoleh selama kegiatan benar-benar diterapkan setelah mereka kembali menjalani rutinitas.
Karena itu, Kamabigus meminta peserta tidak menganggap berakhirnya kemah sebagai akhir dari proses belajar.
“Apa yang kalian pelajari selama mengikuti Kemah Bakti AMERTA 3 hendaknya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah anak-anak yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki semangat gotong royong, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh peserta terus menjaga semangat persaudaraan serta mengamalkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3, siswa mendapatkan ruang untuk belajar dengan cara yang berbeda. Mereka tidak hanya menerima instruksi, tetapi juga dituntut mengambil keputusan dan menyelesaikan tugas bersama regu.
Ketika berada di lingkungan kemah, hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan, mengatur perlengkapan pribadi, mematuhi jadwal, hingga membantu teman menjadi bagian dari pembelajaran.
Dari kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa hidup bersama dalam satu kelompok membutuhkan toleransi dan komunikasi. Tugas yang tampak sederhana pun dapat menjadi persoalan apabila tidak dikerjakan secara bersama-sama.
Karena itu, nilai gotong royong menjadi bagian penting dari kegiatan.
Kemah juga memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa percaya diri. Mereka belajar tampil, berinteraksi, mengikuti aturan, dan bertanggung jawab terhadap peran yang diberikan.
Sementara bagi para pembina dan guru, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk melihat karakter peserta didik dalam situasi yang berbeda dari suasana kelas.
Dengan jumlah peserta mencapai 647 siswa, Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3 sekaligus mempertemukan seluruh peserta didik dalam satu kegiatan besar yang mengedepankan kebersamaan.
Kegiatan tersebut ditutup melalui upacara penutupan pada Sabtu (8/8/2026). Seluruh rangkaian Kemah Blok Penggalang AMERTA 3 Gugus Depan 09.047–09.048 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari.
Namun, bagi SMPN 2 Giritontro, berakhirnya kegiatan di lapangan bukan berarti berakhirnya pembelajaran.
Tenda boleh dibongkar. Perlengkapan kemah kembali disimpan. Para siswa kembali ke rumah dan rutinitas sekolah. Tetapi nilai tentang disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, dan gotong royong diharapkan tetap melekat dalam perilaku mereka.
Di situlah makna Kemah Bakti Penggalang AMERTA 3 menjadi lebih dari sekadar kegiatan berkemah. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














