UNGARAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tabir kematian Chandra Waskito (25), pemilik konter Royal Phone Ambarawa, mulai memperlihatkan sejumlah petunjuk penting. Di tengah penyelidikan dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan korban, polisi menemukan jejak-jejak yang mengindikasikan aksi kekerasan terjadi di dalam konter, mulai dari bercak darah hingga serpihan tulang yang diduga berasal dari kepala korban.
Temuan tersebut diungkapkan Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo saat memberikan perkembangan penyelidikan kasus yang menggemparkan warga Kabupaten Semarang itu.
Menurut Heru, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di konter Royal Phone di wilayah Ambarawa menemukan sejumlah barang bukti yang kini menjadi fokus pemeriksaan tim penyidik.
“Kalau pemeriksaan di konter ditemukan bercak darah, kemudian juga ada serpihan tulang.”
“Dugaan sementara serpihan tersebut merupakan bagian dari tulang kepala korban.”
“Tetapi saat ini kami masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Semarang,” ujar AKBP Heru, Jumat (7/8/2026).
Selain temuan di lokasi kejadian, polisi juga mengungkap kondisi saat jasad korban ditemukan di dalam mobil Honda Jazz miliknya yang terparkir di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Korban ditemukan sudah meninggal dunia di bagian belakang kendaraan.
Menariknya, di dalam mobil tersebut polisi masih menemukan puluhan telepon seluler yang belum sempat dibawa pelaku.
“Di dalam mobil itu juga ditemukan beberapa handphone, yang masih tertinggal di dalam kendaraan,” katanya.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 53 unit telepon seluler yang masih berada di dalam mobil korban. Sementara itu, penyidik masih menginventarisasi kemungkinan adanya barang lain yang hilang dari konter maupun milik korban.
Polisi juga memastikan korban mengalami luka di bagian belakang kepala. Namun, penyebab pasti luka tersebut, termasuk apakah diakibatkan benda tumpul atau benda tajam, masih menunggu hasil autopsi.
“Untuk luka di kepala, kami pastikan setelah hasil autopsi keluar. Begitu hasilnya diterima, akan segera kami sampaikan,” ujar Heru.
Sejauh ini, Satreskrim Polres Semarang yang dibantu Polres Grobogan telah memeriksa sedikitnya tujuh saksi. Mereka terdiri atas para karyawan korban serta warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Penyidik masih mendalami dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sekaligus memburu pelaku yang diduga terlibat dalam kematian Chandra.
“Kami masih coba dalami terkait penganiayaan, nanti kami akan pastikan.”
“Pada intinya, kami mohon doa dan restu dari seluruh masyarakat Semarang supaya kasus ini bisa segera terungkap terang benderang.”
“Kami berharap kepada masyarakat untuk tetap tenang mempercayakan ke proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Polres Semarang,” terang AKBP Heru.
Kapolres juga memastikan jenazah korban telah diautopsi di RS Bhayangkara Semarang. Namun, hasil pemeriksaan forensik tersebut hingga kini belum diterima penyidik.
“Untuk hasil otopsi menunggu keluar, akan kami sampaikan kepada rekan-rekan media sekalian agar lebih pasti, supaya lebih tepat,” ucapnya.
Kronologi Awal
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi memperoleh keterangan bahwa korban baru kembali dari luar kota sekitar pukul 03.00 WIB pada Kamis (6/8/2026). Setelah tiba di Ambarawa, Chandra masuk ke dalam konternya, sementara para karyawan pulang ke tempat kos masing-masing.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.30 WIB, para karyawan kembali untuk mulai bekerja. Namun, konter masih dalam keadaan tertutup.
Merasa curiga, mereka mencoba mengintip ke dalam melalui celah pintu. Dari sana terlihat kondisi ruangan sudah berantakan dan terdapat bercak darah di dalam konter. Temuan itu kemudian segera dilaporkan ke Polsek Ambarawa.
Belakangan, Chandra ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam mobil Honda Jazz miliknya yang berada di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Hingga kini, penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku sekaligus memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
“Kami masih dalami (terduga pelaku) saat ini. Mohon doanya,” pungkas AKBP Heru. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













