Beranda Umum Nasional BGN Bekukan Dapur MBG di Papua Usai 219 Siswa Keracunan, Tempe Bacem...

BGN Bekukan Dapur MBG di Papua Usai 219 Siswa Keracunan, Tempe Bacem Diduga Jadi Pemicu

Ilustrasi keracunan | freepik

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Drama keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata belum usai. Di ujung timur Indonesia, ratusan siswa di Jayapura, Papua, justru menjadi korban terbaru program andalan pemerintah tersebut. Badan Gizi Nasional (BGN) kini menduga salah satu menu, yakni tempe bacem, menjadi pemicu insiden yang membuat 219 orang harus menjalani perawatan medis.

Dugaan itu disampaikan Wakil Kepala BGN, Trenggono, berdasarkan hasil penelusuran awal terhadap insiden keracunan yang terjadi usai konsumsi menu MBG. Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium.

“Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan adanya penurunan kualitas salah satu menu, yakni tempe bacem yang dimasak terlalu dini. Namun penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sehingga seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi,” kata Trenggono dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Menurut BGN, seluruh korban telah memperoleh penanganan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di wilayah Jayapura. Hingga pukul 15.45 WIT, pasien terbanyak dirawat di RSUD Yowari dengan total 83 orang.

Baca Juga :  Febrie Melawan! Eks Jampidsus Itu Ajukan Dua Praperadilan Sekaligus, Gugat Kejagung dan Kortas Tipidkor Polri

Selain itu, sebanyak 61 pasien menjalani perawatan di Puskesmas Depapre, 24 pasien di RS Abepura, 21 pasien di Rumah Sakit Kementerian Kesehatan, 20 pasien di RS Dian Harapan, 14 pasien di Puskesmas Sentani, empat pasien di RS Dok II Jayapura, dua pasien di Puskesmas Komba, serta satu pasien di Puskesmas Kampung Harapan.

Dari total korban tersebut, delapan orang dilaporkan telah diizinkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik. Sementara tiga pasien lainnya harus dirujuk dari RSUD Yowari ke Rumah Sakit Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Sebagai langkah awal, BGN menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Kasih Iman Samuel Papua yang memasok makanan dalam program MBG di lokasi tersebut.

BGN juga akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan penyebab insiden sekaligus mengevaluasi seluruh rantai penyelenggaraan program.

Baca Juga :  Kemendiktisaintek: Nama Prabowo dan Sejumlah Tokoh di Paper Nobel MBG Dicatut

Menurut Trenggono, hasil investigasi nantinya akan dijadikan dasar untuk memperkuat sistem pengawasan mutu pangan, meningkatkan standar keamanan makanan, serta menyempurnakan prosedur operasional dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

“Evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Trenggono. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.