Beranda Daerah Wonogiri Botol Plastik hingga Bungkus Detergen Disulap Jadi Gaun, Warga Singodutan Sukses Bikin...

Botol Plastik hingga Bungkus Detergen Disulap Jadi Gaun, Warga Singodutan Sukses Bikin Panggung Fashion Show Tak Biasa

Plastik
Fashion show sampah merayakan HUT KE81RI Desa Singodutan Kecamatan Selogiri Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Botol plastik, gelas plastik, tutup botol, kardus hingga bungkus detergen biasanya berakhir di tempat sampah. Namun di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri Wonogiri, barang-barang bekas itu justru naik panggung dan berubah menjadi gaun unik.

Kreativitas tersebut ditampilkan dalam Lomba Fashion Show Gaun Daur Ulang Limbah pada Malam Puncak Gebyar HUT KE81RI Desa Singodutan di Singodutan Sport Center, Jumat (14/8/2026).

Delapan dusun/lingkungan ikut ambil bagian, yakni Singodutan, Sanggrahan, Matah, Ngaliyan, Krisak Kulon, Krisak Wetan, Giri Asri dan Karang Tengah. Masing-masing mengirimkan perwakilan untuk memamerkan busana hasil kreasi dari berbagai material bekas.

Ada gaun yang dibuat dari botol dan gelas plastik, tutup botol air mineral, tas kresek, kardus, bungkus detergen hingga ranting pohon. Bahan yang selama ini identik dengan sampah tersebut disusun sedemikian rupa hingga menjadi busana yang memiliki bentuk dan karakter tersendiri.

Kepala Desa Singodutan, Karsanto, menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dapat mengubah cara masyarakat memandang barang bekas.

“Barang-barang bekas yang sering dianggap sebagai limbah ternyata bisa dimanfaatkan untuk produk-produk atau karya yang berguna,” ujar Karsanto melalui keterangan tertulisnya, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga :  Kebakaran Kandang dan Dapur di Watusomo Wonogiri, Diduga Gegara Bediang

Menurutnya, fashion show tersebut tidak semata-mata menjadi hiburan dalam rangka HUT KE81RI. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menggali potensi yang ada di desa.

Apresiasi juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Selogiri, Toto Tri Mulyarto. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan mengisinya dengan kegiatan yang produktif.

“Kita yang diwarisi Negara Kesatuan Republik Indonesia mari kita jaga bersama dan kita isi dengan kegiatan yang positif. Kami dari Pemerintah Kecamatan Selogiri mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Singodutan dan masyarakat yang telah melaksanakan berbagai kegiatan. Mari kita jaga kerukunan dan persatuan,” kata Toto.

Di balik kemeriahan panggung, pesan lingkungan justru menjadi salah satu daya tarik utama. Limbah yang dianggap tidak bernilai ternyata dapat memiliki nilai estetika ketika disentuh kreativitas.

Dengan konsep tersebut, warga Singodutan memperlihatkan bahwa kampanye pengelolaan sampah tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan formal. Sampah pun bisa berbicara lewat mode.

Hasil penilaian menempatkan Dusun Matah sebagai juara pertama dengan model Mira Indriani. Posisi kedua diraih Krisak Kulon melalui model Adinda Deva Oktavia, sedangkan Karang Tengah berada di posisi ketiga dengan model Nazwa Yuli Syahira.

Baca Juga :  Promo Tarif Trans Jateng Cuma Rp81 Plus Dapat Diskon 81 Persen! Ini Syarat dan Periode Promonya

Berikut daftar pemenangnya:

✓ Juara I: Matah — Mira Indriani
✓ Juara II: Krisak Kulon — Adinda Deva Oktavia
✓ Juara III: Karang Tengah — Nazwa Yuli Syahira
✓ Harapan I: Giri Asri — Sri Wahyuniati
✓ Harapan II: Sanggrahan — Hastri

Dari benda-benda yang nyaris dibuang, lahir karya yang mampu mencuri perhatian di atas panggung sekaligus membawa pesan sederhana: sebelum menyebut sesuatu sebagai sampah, mungkin kita hanya belum menemukan cara kreatif untuk mengubahnya. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.