Beranda Edukasi Pendidikan Mahasiswa KKN UNS Kelompok 184 Desa Kasreman Olah Beras Jadi Sabun Kecantikan

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 184 Desa Kasreman Olah Beras Jadi Sabun Kecantikan

Tim KKN UNS Kelompok 184 berfoto bersama ibu-ibu PKK Desa Kasreman usai mengikuti sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun berbahan dasar beras lokal di Desa Kasreman, Kabupaten Ngawi, Selasa (21/7/2026) | Foto: Dok. Mahasiswa KKN UNS Kelompok 184

NGAWI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Beras selama ini dikenal sebagai salah satu bahan pangan utama masyarakat. Namun, mahasiswa Kelompok 184 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mencoba membuka perspektif baru dengan mengolah hasil bumi lokal Desa Kasreman tersebut menjadi produk perawatan kulit berupa sabun.

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun berbahan dasar beras yang digelar di Balai Desa Kasreman, Kabupaten Ngawi, pada 21 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 35 anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kasreman. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa UNS dalam mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Melalui inovasi tersebut, beras yang selama ini sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan pangan sehari-hari dicoba dikembangkan menjadi produk perawatan kulit yang memiliki nilai tambah dan potensi ekonomi lebih tinggi.

Beras dipilih sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Selain ketersediaannya yang melimpah dari hasil panen padi lokal Desa Kasreman, beras juga memiliki sejumlah kandungan yang dapat dimanfaatkan dalam produk perawatan kulit.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNS memberikan pengetahuan ilmiah sekaligus keterampilan praktis kepada warga. Pelatihan mencakup seluruh tahapan pembuatan sabun, mulai dari pengolahan bulir beras pada tahap ekstraksi, pemaduan dengan bahan alami pembentuk sabun, proses pencetakan, hingga teknik pengemasan yang menarik dengan standar UMKM.

Ketua pelaksana kegiatan, Dani Irfanuddin, yang merupakan mahasiswa Program Studi Farmasi UNS, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Melalui inovasi produk lokal tersebut, mahasiswa KKN UNS 184 berupaya memanfaatkan beras lokal Desa Kasreman sebagai bahan dasar sabun yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 184 mempraktikkan proses pembuatan sabun berbahan dasar beras lokal dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan bersama ibu-ibu PKK Desa Kasreman, Kabupaten Ngawi, Selasa (21/7/2026). Inovasi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan potensi hasil bumi lokal menjadi produk bernilai tambah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat | Foto: Dok. Mahasiswa KKN UNS Kelompok 184

Selain itu, dengan menggandeng ibu-ibu PKK Desa Kasreman, Tim KKN UNS 184 juga berupaya mengimplementasikan SDGs ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Baca Juga :  KKN UNS 184 Ajari Petani Kasreman Olah Lamtoro Gung dan Kulit Pisang Jadi Pupuk Organik Cair

Pelibatan ibu-ibu PKK dalam kegiatan tersebut juga didasarkan pada besarnya peran perempuan dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.

Melalui kegiatan tersebut, Tim KKN UNS 184 berharap inovasi pembuatan sabun berbasis beras dapat membuka peluang bagi ibu-ibu PKK yang ingin mengembangkan usaha di bidang kecantikan. Namun demikian, pengembangan produk tetap diharapkan dilakukan dengan peninjauan dan pendampingan tenaga profesional yang memahami kandungan serta komposisi utama produk.

Dani menjelaskan, beras memiliki sejumlah kandungan yang bermanfaat dalam perawatan kecantikan, di antaranya vitamin B dan E, antioksidan, alantoin, serta zat pati yang membantu mencerahkan dan melembapkan kulit.

Dengan beragam kandungan tersebut, inovasi pengolahan beras menjadi sabun diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pada akhirnya dapat diimplementasikan di tingkat rumah tangga.

“Besar harapan kami agar kegiatan ini dapat membuka wawasan warga bahwa beras tidak hanya bernilai sebagai bahan pangan, tetapi juga dapat diolah menjadi produk UMKM yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Ketua KKN 184 UNS, Fadiilah, dalam sambutannya.

Fadiilah menjelaskan, program KKN UNS tidak hanya berfokus pada penyelesaian tugas akademik, tetapi juga berupaya memberikan dampak berkelanjutan (sustainable impact) bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNS ingin membuka wawasan warga bahwa beras juga dapat diolah menjadi produk UMKM yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi lebih tinggi.

Menurutnya, KKN UNS berkomitmen hadir membawa solusi kreatif yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, kegiatan tidak hanya diberikan dalam bentuk teori.

Para peserta juga diajak untuk melakukan praktik secara langsung mulai dari tahap awal hingga akhir pembuatan sabun. Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran dasar sebagai bekal untuk mengembangkan peluang usaha dan menuju kemandirian berwirausaha.

Baca Juga :  Keren! 3 Siswa SMPN 1 Wonogiri Lolos Jadi Petugas Upacara Jambore Nasional XII 2026 di Buperta Cibubur

Sementara itu, Ketua PKK Desa Kasreman, Suwartini, menyambut positif inisiatif dan dedikasi mahasiswa KKN UNS dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal tersebut.

“Kami berterima kasih atas adanya kegiatan pembuatan sabun berbasis beras sebagai inovasi produk lokal. Semoga ilmu yang didapat hari ini bisa langsung dipraktikkan dan dikembangkan oleh warga,” ujar Suwartini dalam sambutannya.

Menurutnya, inovasi pengolahan beras menjadi sabun dapat menjadi angin segar bagi tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru di Desa Kasreman.

Pihak desa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inovasi serta ilmu yang diberikan mahasiswa KKN UNS. Mereka berharap keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan tersebut dapat langsung dipraktikkan dan terus dikembangkan oleh warga.

Melalui program tersebut, Tim KKN UNS 184 juga berharap kegiatan ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus menghadirkan berbagai inovasi dalam pelaksanaan program KKN.

Program tersebut sekaligus diharapkan dapat menunjukkan peran akademisi UNS sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desa, sekaligus membawa manfaat dan mengharumkan reputasi almamater di tengah masyarakat. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.