Beranda Daerah Solo Rencana Sterilisasi Parkir Masjid Zayed Ditolak Warga, Komisi III DPRD Solo Cari...

Rencana Sterilisasi Parkir Masjid Zayed Ditolak Warga, Komisi III DPRD Solo Cari Win-Win Solution

Komisi III DPRD Kota Surakarta turun langsung menemui warga RW 13, kawasan Mentawai, Solo, untuk mendengarkan aspirasi terkait rencana sterilisasi parkir di sisi barat Jalan Mentawai, kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed, Rabu, (30/09/2026). Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Komisi III DPRD Kota Surakarta turun langsung menemui warga RW 13, kawasan Mentawai, Solo, untuk mendengarkan aspirasi terkait rencana sterilisasi parkir di sisi barat Jalan Mentawai, kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed, Rabu, (30/09/2026).

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Solo, Sony, mengatakan audiensi dilakukan untuk mencari solusi atas persoalan parkir sekaligus mempertimbangkan keberlangsungan mata pencaharian warga.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi III mendengarkan aspirasi dari sekitar 60 warga. Aspirasi tersebut nantinya akan dibawa untuk dibahas bersama Wali Kota Solo.

“Kami akan bicarakan bersama Mas Wali dan kami akan mencari solusinya. Dalam hal ini warga juga nanti puas dengan hasilnya dan pemerintah kota juga bisa mendapatkan hasil yang baik,” kata Sony.

Sony menegaskan, pihaknya belum mengambil keputusan terkait dukungan terhadap sterilisasi parkir. Menurutnya, kedatangan Komisi III saat ini sebatas mendengar aspirasi warga dan mencari kemungkinan solusi yang dapat diterima semua pihak.

“Kami mencari win-win solution, belum memutuskan. Ini sebatas mendengar aspirasi dulu, aspirasi dari warga,” ujarnya.

Ia berharap penataan parkir nantinya tetap dapat berjalan tertib tanpa menghilangkan kesempatan warga mendapatkan penghasilan.

Sony juga menyebut kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed memiliki potensi menjadi salah satu ikon Kota Solo dan turut mendukung sektor pariwisata.

Baca Juga :  Benning X Padel Lions 2026 Klaim Jadi Turnamen Peserta Terbanyak di Solo

“Kami berharap ada solusi, parkiran juga bisa tertata dengan tertib dan masyarakat juga bisa mendapatkan pekerjaan dengan sepantasnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Solo, YF Sukasno, meminta setiap keputusan terkait penataan kawasan tersebut melibatkan warga yang terdampak.

Menurut Sukasno, penataan parkir tetap diperlukan apabila aktivitas parkir dinilai mengganggu. Namun, penataan tersebut diharapkan tidak membuat warga kehilangan sumber penghasilan.

“Semua bisa dibicarakan dengan baik. Apalagi situasi dan kondisi masyarakat semacam ini. Banyak PHK dan sebagainya,” kata Sukasno.

Ia menilai persoalan seperti parkir yang tidak tertib maupun dugaan penarikan tarif tidak sesuai ketentuan seharusnya diselesaikan melalui penertiban, bukan dengan menghilangkan seluruh aktivitas warga.

“Kalau parkir enggak tertib, panggil penanggung jawabnya, tertibkan. Kalau tarikan aneh-aneh, distribusi enggak sesuai, tertibkan. Kan ada ketentuan-ketentuan itu,” ujarnya.

Sukasno juga meminta pemerintah tidak mengabaikan keberadaan warga RW 13 yang selama ini tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

“Jangan sampai mereka yang semula sudah mendapatkan rezeki dari adanya masjid ini, yang sudah memberikan barokah, terus mereka nanti akhirnya kehilangan rezekinya,” katanya.

Baca Juga :  Sambut Haul Habib Ali Al-Habsyi ke-115, Keraton Surakarta Bersih-Bersih dan Ajak Pengunjung Kenal Budaya

Sebelumnya, rencana sterilisasi parkir di Jalan Mentawai mendapat penolakan warga RW 13. Warga menyebut terdapat puluhan juru parkir yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut.

Di sisi lain, Pemkot Solo menyebut penataan dilakukan terutama pada sisi barat Jalan Mentawai yang direncanakan menjadi akses keluar-masuk kendaraan dari area parkir masjid. Parkir sepeda motor masih diperbolehkan di sisi timur, sementara kendaraan juga diarahkan menggunakan area parkir di dalam masjid dan lahan eks Denbekang.

Komisi III DPRD Solo selanjutnya akan membawa aspirasi warga tersebut untuk dibahas bersama Wali Kota Solo guna mencari solusi terkait penataan parkir sekaligus keberlangsungan aktivitas ekonomi warga.

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.