
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemindahan artefak di Museum Keraton Kasunanan Surakarta mulai dilakukan sebagai bagian dari persiapan revitalisasi bangunan museum. Dua kereta yang berada di dalam museum juga mulai dipindahkan pada Senin (12/10/2026).
Anggota Tim Hukum Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan pemindahan artefak dilakukan secara bertahap, dimulai dari benda-benda berukuran kecil yang relatif lebih mudah dipindahkan.
Menurut Eddy, sekitar 80 persen artefak berukuran kecil telah melalui proses pemindahan. Sebelum dipindahkan, setiap artefak terlebih dahulu didata untuk memastikan keberadaan dan kondisinya tetap terpantau.
“Ya, dimulai dari hari Senin kemarin itu sudah dipindahkan. Tentu dimulai dari yang paling gampang. Artefak kecil-kecil sudah 80 persen. Kemudian sebelum dipindah ya didata lagi,” ungkap Eddy.
Pendataan dilakukan secara manual maupun digital, termasuk melalui dokumentasi foto dan video. Setelah dipindahkan, setiap artefak akan kembali dicocokkan dengan data yang telah dibuat untuk memastikan penempatannya sesuai dengan catatan.
Proses tersebut melibatkan sejumlah pihak, antara lain Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah, petugas museum, serta perwakilan Sentono atau kerabat keraton.
“Setelah dipindah, kemudian dicocokkan kembali ditaruh di mana dan itu melibatkan banyak pihak. Pertama tentu BPK Jawa Tengah, lalu petugas dari museum, kemudian juga ada perwakilan Sentono yang memang dilibatkan di seluruh proses tahapan,” terangnya.
Khusus dua kereta yang berada di dalam museum, Eddy menyebut keduanya direncanakan dipindahkan ke Magangan. Proses pemindahan dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli yang berpengalaman menangani kereta keraton agar dapat berlangsung dengan lancar.
“Iya, ada dua kereta yang ada di dalam museum. Alhamdulillah sudah bisa didoakan dan dipindahkan. Kita juga melibatkan tim ahli yang memang biasa ngurus kereta gitu sehingga lancar. Mudah-mudahan revitalisasi fisik museumnya juga sudah bisa segera dimulai,” tambahnya.
Sementara itu, artefak berukuran kecil akan dikumpulkan di Sasana Handrawina. Benda-benda tersebut akan ditempatkan di lokasi penyimpanan tersendiri dan disegel untuk menjaga keamanan selama proses revitalisasi berlangsung.
Selain dua kereta yang mulai dipindahkan, Eddy mengatakan dua kereta jenazah yang saat ini berada di museum juga direncanakan dipindahkan ke Magangan. Pemindahan tersebut diperlukan agar area museum dapat dikosongkan sehingga pekerjaan revitalisasi bisa berjalan lebih maksimal.
Eddy menambahkan, waktu pengerjaan revitalisasi relatif terbatas. Karena itu, pekerjaan fisik museum direncanakan berlangsung hingga malam hari agar waktu kerja dapat dimanfaatkan secara efektif.
Dengan pemindahan artefak dan kereta secara bertahap, diharapkan proses revitalisasi Museum Keraton Kasunanan Surakarta dapat segera dimulai tanpa mengabaikan pendataan, penempatan, dan pengamanan benda-benda bersejarah yang tersimpan di dalamnya. [Ando]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














