
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Nuansa seni tradisi mewarnai malam menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Solo. Pagelaran Karawitan Gadon Malam Patbelasan digelar di Rumahkoe Heritage Hotel, Laweyan, Jumat (14/8/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tesebut dipimpin oleh Dr. Sawitri, S.Sn., M.Hum. Pagelaran menjadi salah satu ruang untuk menghadirkan kembali seni karawitan di tengah masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman.
Karawitan Gadon sendiri merupakan salah satu bentuk sajian dalam tradisi karawitan Jawa. Dalam perkembangannya, karawitan gaya Surakarta tidak hanya hidup sebagai seni pertunjukan, tetapi juga terus berinteraksi dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Karawitan juga menjadi salah satu bidang seni yang terus dikembangkan di lingkungan pendidikan dan komunitas seni di Solo. Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, misalnya, memiliki berbagai kajian dan karya yang secara khusus membahas karawitan gaya Surakarta maupun bentuk sajian gamelan gadon.
Dr. Sawitri menjelaskan, pagelaran Malam Patbelasan tersebut mengambil momentum menjelang peringatan Hari Kemerdekaan untuk mempertemukan semangat kebangsaan dengan ekspresi seni tradisi.
Kehadiran karawitan dalam ruang-ruang publik semacam itu menjadi penting karena seni tradisi tidak hanya dapat ditempatkan sebagai bagian dari pertunjukan seremonial, tetapi juga sebagai media perjumpaan masyarakat.
“Di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan pola hiburan masyarakat, keberadaan ruang untuk memainkan dan menikmati karawitan menjadi bagian dari upaya menjaga agar kesenian tradisional tetap memiliki tempat dalam kehidupan generasi masa kini,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Seni karawitan gaya Surakarta sendiri memiliki karakter dan tradisi yang kuat. Perjalanannya menunjukkan bahwa karawitan tidak hidup dalam ruang yang terpisah dari masyarakat, melainkan terus berdialog dengan berbagai perubahan sosial dan budaya.
Karena itu, kegiatan seperti Karawitan Gadon Malam Patbelasan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang apresiasi terhadap seni tradisi sekaligus mempertemukan pelaku seni dan masyarakat dalam suasana yang lebih cair.
Momentum malam menjelang peringatan kemerdekaan pun menjadi semakin bermakna ketika diisi dengan ekspresi budaya lokal. Di tengah berbagai bentuk hiburan modern, bunyi gamelan dan sajian karawitan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga dapat dimaknai melalui upaya merawat identitas dan kekayaan budaya sendiri.
Pagelaran tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa seni tradisi masih memiliki ruang untuk hadir dalam kehidupan masyarakat perkotaan, termasuk melalui ruang-ruang kreatif dan publik di Kota Solo. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














