loading...


Sriyanto Saputro. JSNews/Yok

 

KARANGANYAR– Keluarnya rekomendasi  DPP Partai Golkar yang mengusung pasangan Juliyatmono bersama Robert Kristanto dari PDIP tak hanya membuyarkan skenario melanggengkan duet Yuli-Rohadi Widodo (YURO)  jilid 2 di Pilkada Karanganyar 2018. Namun,  terbitnya rekomendasi itu juga membuat sejumlah partai yang sebelumnya sudah melabuhkan pilihan untuk mengusung Yuli-Rohadi, dibuat kelimpungan untuk berfikir ulang.

Dihubungi melalui telepon selularnya, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro, mengaku terkejut dengan keputusan DPP Golkar yang meninggalkan Rohadi Widodo dan beralih menggandeng kader PDIP. Menurutnya, selama memimpin Karanganyar, pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo, hamper tidak ada masalh.

Baca Juga :  Lewat Sambutan, Gubernur Klaim Angka Kemiskinan Jateng Turun Dari 13.01 % Jadi 11.32 % 

Keduanya, selama ini dinilai selalu bersama dalam membangun Karanganyar, namun tiba-tiba, menjelang pemilihan kepala daerah, keduanya justru “ bercerai “.

“ Sejak awal, Gerindra mendukung pasangan YURO untuk melanjutkan memimpin Karanganyar. Terus terang kami terkejut kedua pasangan ini justru berpisah. Langkah kami selanjutnya, akan melaporkan dinamika politik yang terjadi di Karanganyar ini kepada DPP Partai Gerindra,” kata Sriyanto Saputro Sabtu (06/01/2018).

Apakah dimungkinkan akan melakukan koalisi dengan duet Golkar-PDIP atau memilih putar haluan? Sriyanto menyerahkan sepenuhnya kepada DPP.

Baca Juga :  13 Bulan Pimpin Polres Karanganyar, AKBP Henik Digeser Ke Kalimantan Utara 

“ Kita menyerahkan sepenuhnya kepada DPP. Apapun keputusan DPP, kami siap melaksanakan,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD PAN Karanganyar, Muhammad Yunus. Sejak awal, ia menegaskan PAN sebenarnya tetap berkomitmen mendukung pasangan YURO untuk tetap bersama dan kembali maju dalam pilkada Karanganyar.

Menurutnya dukungan itu tak lepas dari suara masyarakat yang masih condong menghendaki YURO kembali memimpin. Dengan adanya keputusan Golkar yang mengusung Juliyatmono-Robert Kristanto, maka PAN akan segera melakukan konsilidasi kembali menyikapi perubahan konstelasi politik tersebut.

“Kita segera melakukan konsolidasi sambil menunggu keputusan DPP PAN. Toh PDIP sendiri juga belum mengeluarkan rekomendasi,” ujar Yunus melalui telepon selularnya, Sabtu (06/01/2018). Wardoyo

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.