JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ini 3 Sosok Yang Disebut Pantas Dampingi Jokowi di Pilpres 2019. Bukan Dari Kalangan Militer..

AM Hendropriyono/Tribunnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
AM Hendropriyono/Tribunnews

JAKARTA– Memasuki tahun politik dan setahun menjelang Pilpres,  bursa dan kabar soal sosok Cawapres yang digadang-gadang pas untuk mendampingi Jokowi,  terus bermunculan. Meski banyak yang merekomendasi Jokowi menggandeng wakil dari militer,  namun sejumlah pihak punya pandangan lain.

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono, menyebut ada sejumlah nama yang cocok menjadi calon presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Walaupun tidak secara gamblang siapa sosok yang dimaksudkan, Hendropriyono menyebutkan beberapa nama yang pantas.

“Kalau PKPI kan mendukung (Jokowi) sebagai Presiden. Dan wakilnya bukan cuma satu. Kan banyak itu misalnya, Chairul Tandjung, Sri Mulyani, kemudian Tuan Guru Bajang (TGB). Bisa saja.” katanya dalam acara Syukuran PKPI dan pemaparan perkembangan keadaan stratejik serta kemungkinan presiden dan wakil presiden 2019-2024 di Gedung Wijayakusuma, Cipayung, Jakarta Timur.

Baca Juga :  Catat, Masa Berlaku SIM Kini Tak Lagi Mengacu Tanggal Lahir Pemilik Lho

Menurutnya untuk calon pendamping Jokowi, sosoknya harus orang yang sudah menunjukan kesuksesannya di bidang tersebut.

Hendro pun menyebut sosok mirip Jusuf Kalla cocok menjadi Wapres pendamping Jokowi.

“Ya piawainya mirip-mirip Pak Jusuf Kalla. Syukur lebih, tapi yang muda. Jangan yang tua,” kata Hendropriyono.

Baca Juga :  Sampai Mei 2020, Utang Klaim Jiwasraya Melambung jadi Rp 19 T

Alasan Hendro menyebutkan tokoh-tokoh tersebut karena dinilai mampu mendongkrak perekonomian yang tertinggal dari negara tetangga.

Dan tokoh tersebut merupakan tokoh yang juga aktif dalam organisasi dan partai Islam. Karena itu pula dirinya kurang sreg dengan calon yang muncul dari purnawirawan TNI.

“Kita ketinggalan kemajuan kita harus maju kebetulan orang yang kita teropong yang piawai dalam ekonomi bisnis ini banyak membantu partai-partai perkumpulan organisasi islam,” katanya. Tribunnews