JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

2 Mahasiswa UNS Tewas Terseret Pusaran Air di Laut Wakatobi Saat Snorkling Usai KKN

Ilustrasi korban tenggelam di sungai
Ilustrasi
Ilustrasi korban tenggelam di sungai
Ilustrasi

WAKATOBI –  Dua orang mahasiswa UNS, Solo tewas di laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara, usai menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Senin (26/20/2018) pukul 12.00  waktu setempat. Dua korban tersebut adalah Aji Nur Rohman (Fakultas Pertanian) dan Fadlan Akhyar (Fakultas Teknik).

Dalam laporannya, Ketua UP KKN UNS, Rahayu, PhD menjelaskan, korban tewas karena terseret pusaran air saat melakukan snorkling. Dijelaskan, sebenarnya ada 4 orang mahasiswa yang terseret pusaran, namun dua orang berhasil diselamatkan.

Rahayu menjelaskan, sebenarnya KKN sudah selesai dan ditutup tanggal 24 Februari di Kabupaten Wakatobi. Sehingga, seharusnya tanggal 25 Februari, mahasiswa disepakati sudah harus pulang.

Baca Juga :  Giliran FPI, Alumni 212, dan Rizieq Shihab Desak Pemerintah Tunda Pemilihan Kepala Daerah. Sebut Pilkada 2020 sebagai Pilkada Maut

“Sebagian, mahasiswa sudah pulang dan 10 mahasiswa sudah sampai di Makassar dan 3 orang sudah di Surabaya,” jelasnya.

Namun, jelas Rahayu, ada 7 orang mahasiswa yang tidak mau pulang, karena ingin jalan-jalan di Wakatobi sampai tanggal 1 Maret 2018, tanpa lapor ke Dosen Pembimbing Lapangan. Padahal, hal itu tidak diperbolehkan untuk extend di lokasi untuk kepentingan pribadi.

Tujuh orang mahasiswa tersbeut berlibur di pulau Pulau Wangi-Wangi, yang merupakan pulau lain dari lokasi KKN.  Dari 7 orang tersebut, 3 di antaranya adalah mahasiswa pecinta alam UNS, yakni Ogy, Aji dan Gama.

Baca Juga :  Kampanye Tatap Muka di Pilkada 2020 Boleh, Tapi Maksimal 50 Orang

“Saat KKN berakhir, ada 2 mahasiswa pencinta alam yang gabung, jadi total 9 orang. Dari 9 orang itu, mereka melakukan snorkling. Empat orang terseret pusaran air, 2 orang tidak dapat diselamatkan,” bebernya.

Sore hari itu juga, jelas Rahayu, UNS sudah mengurus pemulangan jenazah agar sampai kepada keluarga secepatnya.

Wakil Pembantu Rektor III, Prof Darsono saat dikonfirmasi Joglosemarnews, membenarkan adanya peristiwa yang menimpa dua orang mahasiswa UNS tersebut. UNS akan mengurusi semua proses pemulangan jenazah.

“Kampus UNS sudah melakukan koordinasi dengan Pemkab Karanganyar, Sekda Karanganyar hingga ke desa,” ujarnya.  Tim Joglosemarnews