JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dianggap Mengarah Maksiat, Gabungan Pelajar Islam Sragen Demo Tolak Hari Valentine

Mereka membentangkan sepanduk bertuliskan ‘Bagi Remaja Muslim tidak ada apa-apa di tanggal 14 Februari’, ‘Jaga Kehormatan Jauhi Maksiat’ dan ‘Say No to Valentine’. Satu-persatu peserta aksi melakukan orasi untuk menolak peringatan valentine’s day.

“Kita menolak valentine karena itu bukan tradisi dan bukan budaya dari umat Islam. Karena valentine menuju pada sebuah pacaran yang mengarah pada perbuatan zina. Selain itu juga bisa merusak akidah dari pelajar Islam yang ada di Sragen,” jelas Dwiki.

Baca Juga :  Berikut Daftar Harga Durian Desa Gempolan, Kerjo, Karanganyar, Harga Bersahabat!!

Salah satu aktivis Keluarga Rohis Sragen, Ni’mah Waadhikhah (20) menuturkan, valentine merupakan budaya barat yang tidak cocok diterapkan untuk umat muslim. Ironisnya yang merayakan hari valentine itu kebanyakan justeru para remaja Islam untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang agama.

“Hari kasih sayang itu khan tidak hanya tanggal 14 Februari atau sehari saja. Kalau sekadar mau kasih coklat atau bunga kepada sahabat atau orang yang disayangi khan bisa dilakukan setiap hari.  Parahnya itu biasaya dimanfaatkan oleh pasangan muda-mudi yang belum sah untuk melakukan sesuatu yang dilarang agama, mendekati zina,” papar Ni’mah. Wardoyo

Baca Juga :  Breaking News, Polres Sragen Patroli Besar Besaran Malam Ini, Ada Apa ?
« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com