JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Jumpa Pers Uang Palsu di Karanganyar Berubah Gempar. BB Rp 900 Juta Upal Mendadak Berubah Jadi Kue

Ilustrasi uang palsu
Ilustrasi uang palsu

KARANGANYAR– Ada insiden mengejutkan terjadi di Polres Karanganyar.  Barang bukti uang palsu yang disita dari sindikat pengedar upal dan hendak dirilis di depan wartawan,  mendadak berubah menjadi kue.

Sontak, kejadian itu mengagetkan awak media yang sebelumnya diundang hadir untuk mengikuti pers rilis soal pengungkapan upal senilai Rp 900 juta.

Sejumlah wartawan yang bertugas di Karanganyar dan Solo merapat ke Mapolres pada pukul 09.00 WIB. Wartawan datang sesuai jadwal jumpa pers yang sudah ditentukan sehari sebelumnya. Agenda jumpa pers yang digelar Jumat (9/2/2018) pagi itu disampaikan untuk mengungkap upal di Colomadu beberapa waktu lalu.

Wakapolres Karanganyar, Kompol Dyah Wuryaning Hapsari, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, melaksanakan jumpa pers di lobi Mapolres. Seperti biasa, wartawan mengabadikan foto tersangka yang mengenakan seragam tahanan Polres warna biru.

Baca Juga :  Sudah Bangkrut dan Jual Rumah, Suranto Warga Gedongan Colamadu Karanganyar Malah Terancam Penjara

Mereka berdiri di belakang meja panjang. Sejumlah barang bukti berupa uang kertas pecahan Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, dan Rp 5.000 baru, satu plastik kertas yang akan digunakan mencetak uang palsu, dan dua kardus yang diklaim sebagai uang palsu siap edar.

“Ini barang bukti dan tersangkanya. Mau ambil foto dulu kan. Itu kertas yang digunakan membuat uang palsu. Di dalam kardus ada barang bukti lain. Uang akan diedarkan di wilayah Karanganyar,” kata Dyah memulai jumpa pers.

Ia kemudian menguraikan bahwa dari operasi yang dilakukan,  polisi menyita uang palsu Rp 59 juta. Padahal, informasi yang beredar di kalangan wartawan, uang palsu yang disita mencapai Rp900 juta.

Baca Juga :  PD Muhammadiyah Karanganyar Mendadak Sosialisasi ke Ribuan Guru di Semua Sekolah Muhammadiyah. Dari Aturan Jadi Kasek, Sertifikasi dan Lainnya, Ini Tujuannya!

Saat Dyah menyelesaikan rilis kasus, dia bermaksud menunjukkan barang bukti uang palsu siap edar dari dalam kardus. Ternyata isi kardus adalah nasi kuning tumpeng dan kue tar.

Mereka memutar lagu Selamat Ulang Tahun yang dipopulerkan Jamrud. Ternyata rilis upal dan berubah menjadi kue itu sengaja didesain sebagai kejutan untuk awak media yang memeringati Hari Pers Nasional tahun 2018 tanggal 9 Februari.

“Kami sengaja membuat rencana kejutan untuk rekan-rekan pers. Undangan kami rilis kasus uang palsu,” tutur dia.

Dyah berharap rekan-rekan pers selalu memberikan berita dan informasi yang menyejukkan dan memotivasi Polri.

“Teman-teman ini mitra kerja di dalam melaksanakan kerja kehumasan. Membantu menyebarkan informasi kegiatan rutin di Polres Karanganyar. Selamat ulang tahun pers,” ujar dia. Wardoyo