JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kecelakaan Sragen: Gara-Gara Pelajar Ugal-ugalan Trobos Lampu Merah, Bu Guru Cantik Jadi Korban..

Ilustrasi kecelakaan motor ringsek
Ilustrasi kecelakaan motor ringsek

SRAGEN– Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Ahmad Yani tepatnya di perempatan lampu bangjo Radio Umum Sragen,  Sabtu (3/2/2018) pagi. Aksi nerobos lampu merah yang dilakukan seorang pelajar SMK asal Poleng, Gesi, berisial AHM (17) memakan korban.

Pelajar yang mengendarai Honda Supra B 6257 UBO asal Dukuh Poleng,  RT 11/4 itu menggasak ibu guru yang hendak berangkat mengajar.

Bu guru malang itu diketahui bernama Sartika Lusiana Dewi (24) asal Gedangan, RT 8, Gentanbanaran, Plupuh. Data yang dihimpun di lapangan,  kecelakaan terjadi saat jam sibuk pukul 06.45 WIB.

Menurut keterangan saksi mata, kecelakaan bermula ketika AHM melaju dari arah utara sedangkan Bu Guru Dewi melaju melaju dari arah barat dengan mengendarai Honda Beat AD 2469 EY.

Baca Juga :  Kecelakaan Terbaru Sragen, Kesenggol Grandmax, Pengendara Motor Scoopy Asal Karangmalang Luka Parah dan Patah Bahu

Sesampai di lokasi bangjo,  lampu menyala hijau untuk pengendara dari barat dan merah untuk dari arah utara.

Meski lampu masih merah,  AHM nekat menerobos melaju. Saat bersamaan Bu Guru Dewi juga melaju dari barat.

Karena jarak sangat dekat dan kecepatan AHM lumayan,  motor AHM menggasak keras sepeda motor Bu Dewi hingga terjatuh dan terpental.

Bu guru cantik itu mengalami luka pada bahu kidi patah dan langsung dilarikan ke RS Rizky Amalia Cantel.

Baca Juga :  Pecah Rekor Baru Covid-19 Sragen, Hari Ini 47 Warga Positif Berhasil Sembuh dan Dipulangkan. Total Sudah 349 Pasien Covid-19 Sembuh, 62 Meninggal Dunia

Sementara AHM mengalami luka pada hidung bengkak dan juga dilarikan ke RS yang sama.

Kedua sepeda motor mereka yang ringsek langsung diamankan di Mapolres Sragen. Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

Ia mengimbau masyarakat dan pengendara lebih menaati aturan dan rambu lalu lintas.

“Karena ketika melanggar,  tidak hanya diri sendiri yang akan celaka,  tapi juga bisa mencelakakan pengendara yang lain. Kan kasihan,  pengendara lain sudah hati-hati,  akibat kelalaian dan keteledoran akhirnya ikut jadi korban, ” tukasnya. Wardoyo