JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Penggerebekan Terduga Teroris Semanggi. Warga Gempar, Keluarga Mengaku Tak Menyangka

Suasana lokasi penggerebekan terduga teroris di Semanggi, Solo, Minggu (4/2/2018). Foto/Satrio Utama
Suasana lokasi penggerebekan terduga teroris di Semanggi, Solo, Minggu (4/2/2018). Foto/Satrio Utama

SOLO– Penggerebekan rumah terduga teroris asal Semanggi,  Solo oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri Minggu (4/2/2018) siang cukup mengejutkan warga. Tidak hanya itu, penggerebekan itu juga memukul kerabat terduga teroris bernama Heri Suratno (51) warga Mipitan RT 07 / RW 12, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo itu.

Penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan di siang itu sontak langsung membuat gempar lingkungan sekitar. Ratusan warga langsung memenuhi akses jalan. Mereka ingin menyaksikan proses penggeledahan di rumah terduga teroris tersebut.

Baca Juga :  Jurnalis Joglosemarnews Juara 2 Lomba Artikel Jurnalistik Kemdikbud 2020

Warga yang menyaksikan mengaku kaget atas penangkapan tersebut. Para warga tidak menyangka jika Heri terlibat dalam jaringan terorisme.

Begitu pula dengan pihak keluarga. Seperti diungkapkan Sulipah merupakan ibu mertua Heri. Kepada wartawan ia mengaku tidak menyangka jika anak menantunya itu terlibat dalam jaringan terorisme.

Sulipah mengungkapkan, dalam aktivitas keseharian, HS merupakan sosok orang yang biasa. Tidak jauh berbeda dengan warga yang lainnya.

“Saya benar-benar kaget dan tidak mengira jika dia (Heri terduga teroris) terlibat dalam jaringan teroris,” kata Sulipah.

Baca Juga :  Berkait Fenomena Balap Lari Liar, Kasatlantas Polresta Solo Tegaskan Jalan Raya untuk Kendaraan Bermotor

Sementara itu, Wakil Kepala Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai saat dikonfirmasi di lokasi sekitar penggeledahan menyampaikan, pihak Polresta Surakarta hanya diminta untuk membackup selama proses penggeledahan di rumah terduga teroris di kawasan Semanggi.

“Kami hanya membantu tim dari Densus 88 untuk mengamankan lokasi sekitar saat proses penggeledahan di rumah terduga teroris,” kata AKBP Andy Rifai. Satrio Utama