JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Puluhan Warga di Gondang Protes Bantuan Jamban. Kualitas Dikeluhkan, Nilai Anggaran Njomplang

Salah satu warga penerima bantuan jamban di Gondang saat menunjukkan proyek jamban yang diterimanya, Kamis (1/2/2018). Foto/JSnews
Salah satu warga penerima bantuan jamban di Gondang saat menunjukkan proyek jamban yang diterimanya, Kamis (1/2/2018). Foto/JSnews

SRAGEN– Bantuan program jambanisasi yang digulirkan di Desa Gondang,  Kecamatan Gondang diwarnai gejolak. Sebagian besar warga penerima memprotes realisasi proyek jamban yang dinilai asal-asalan.

Tak hanya itu,  mereka mengendus indikasi ketidakberesan dari nilai material jamban yang dianggap terlalu njomplang dengan nominal bantuan. Mereka menilai dana bantuan sebesar Rp 1,5 juta per jamban itu ditengarai dimanipulasi karena nilai material dan biaya pembuatan jika dikalkulasi hanya sekitar Rp 500.000.

Keresahan itu mencuat ketika sebagian penerima bantuan jamban melapor ke LSM Forum Masyarakat Sragen (Formas)  Kamis (1/2/2018).

Baca Juga :  Sebelum Bunuh Diri, Agus Ternyata Sempat Tak Pulang ke Rumah. Polisi Temukan Gunting di TKP

“Dari awal disampaikan kalau bantuannya Rp 1,5 juta per warga. Tapi kemarin saya catat kami hanya diberi pasir setengah cplt,  semen dua sak,  klpset,  pralon ukuran 1 dim setengah batang. Kalau diuangkan hanya sekitar Rp 500.000 saja. Kan njomplang sekali selisihnya. Yang Rp 1 juta lainnya ke mana, ” ujar Supono, warga Dukuh Baben RT 40, Desa  Gondang.

Supono juga menyesalkan kebijakan Pemkab yang tak memberikan bantuan langsung ke warga.  Akan tetapi malah mempercayakan ke pihak ketiga sehingga kualitasnya pun juga dianggap tak sesuai nominalnya.

Baca Juga :  5 Tahun Dianiaya Ibu Angkat, Bocah Laki-Laki Asal Jogja Akhirnya Dipertemukan Ibu Kandungnya di Cirebon. Kapolresta Ungkap Perjuangan Pelacakan!

Hal itu berbeda dengan di Tangen,  yang menurutnya diserahkan ke warga dan dibangun sendiri oleh warga.

“Kedalaman  spiteng (cepti tank) hanya 1 meter saja, dan pembuatannya sak-sake. Coba kalau diberikan ke warga biar dibuat sendiri pasti lebih bagus. Kedalaman septitank minimal ya standarnya 3 meter. Nggak kayak gini. Kalau cuma semeter ya enam bulan aja bisa penuh, ” tukasnya kesal.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com