JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Wouw, Ekspor Tengkorak Ini Berhasil Digagalkan Bea Cukai

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi/Tribunnews

BALI – Biasanya, komoditi ekspor yamh sering dilakukan adalah yang memiliki nilai ekonomi tinggi, dan terkait kebutuhan pokok, misalnya beras, gula dan sebagainya. Namun kali ini unik, barang yang akan diekspor ini adalah tengkorak.

Mau tak mau? Aksi tersebut berhasil digagalkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean ( KPPBC TMP) Ngurah Rai.

Diketahui, dalam aksi tersebut akan dikirim paket 4 dus berisikan 24 tengkorak berapa waktu lalu. Sebanyak paket tersebut dikirimkan melalui jasa pengiriman Pos Indonesia dan hendak dikirim ke Belanda.

Demikian disampaikan Kepala Wilayah Bea Cukai Bali, NTB dan NTT, M Syarif Hidayat kepada media Jumat (9/2/2018) di aula Kantor Pos Denpasar Renon.

Baca Juga :  Internal Partai Berkarya Memanas, Tommy Soeharto Ancam Copot Keanggotaan P3B

Pengungkapan kasus ini dilakukan 2 kali pada tanggal 11 dan 18 Januari 2018. Dari 2 kali penindakan itu Kami dapatkan total 4 karton berisi 24 tengkorak manusia.
Pengungkapan ini berawal dari kecurigaan petugas Pos Indonesia terhadap isi barang dari kiriman tersebut dan dilaporkan ke Bea dan Cukai guna dilakukan pemeriksaan menggunakan X-Ray.
Dari hasil pencitraan mesin X-Ray didapatkan citra seperti tengkorak manusia yang dimasukkan kedalam panci dan dibungkus kertas koran.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali dan berdasarkan kesimpulan hasil pemeriksaan yang tertuang dalam surat Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali Nomor: 24/E 21/TU/2018 hal Identifikasi dan Rekomendasi, diduga tengkorak manusia yang ditegah tersebut asli.

Baca Juga :  Nahas, Setelah Dicabuli Pamannya, Bocah Ini Jadi Korban Pemerkosaan Petugas Perlindungan Anak

Untuk penanganan lebih lanjut, Himawan mengatakan akan dilimpahkan kepada pihak BPCB Bali.

Pengirim paket tengkorak manusia tersebut berinisial R dengan alamat di Kuta.
Pengirim membungkus tengkorak tersebut dengan menggunakan kertas koran, lalu dimasukkan kedalam panci yang gagang pancinga telah dilepas lalu didalam panci tersebut ditata rapi tengkorak dengan tumpukan kertas koran.

Lalu ditutup dengan tutup panci tersebut kemudian dilakban rapi baru disusun kedalam dus karton menjadi empat dus.
Diduga ke-24 tengkorak manusia tersebut berasal dari Suku Dayak dan Papua ini terlihat dari aksesoris yang ada pada tengkorak dan ukirannya. Tribunnews