JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Awas, Terlalu Andalkan Internet untuk  Diagnosis Penyakit, Ini Risikonya

Ilustrasi/Tribunnews

Internet memang dapat saja digunakan untuk berbagai macam keperluan di era teknologi sekarang ini. Informasi apapun, termasuk info tentang kesehatan, berbagai jenis penyakit hingga tips-tips  gaya hidup sehat.

Akan tetapi, terlalu percaya dan terlalu mengandalkan internet untuk mendiagnosis suatu penyakit bukanlah hal bijak. Bisa saja terjadi, bukannya sembuh, hal ini justru bisa membawa Anda ke masalah lain. Misalnya saja, tiba-tiba Anda memiliki benjolan di tangan.

Informasi internet mengatakan kemungkinan Anda memiliki kanker, parasit, atau penyakit langka seperti yang dialami seorang bocah dari belahan dunia lain dan obat yang bisa mengatasinya adalah antibiotik.

Setelah Anda mengunjungi klinik atau rumah sakit, dokter justru mengatakan itu hanya ruam yang tak perlu dikhawatirkan. Sayangnya, Anda tidak percaya dengan dokter dan lebih mempercayai internet.

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19

Diwartakan Wired, Kamis (22/3/2018), para tenaga medis khawatir hal semacam ini justru akan memperburuk situasi.  Misalnya saja, pasien tidak puas dengan diagnosis dokter, dan ia yakin antibiotik seperti disarankan dalam internet akan membuatnya sembuh.

Saat pasien tidak percaya, pasien sangat mungkin mendesak agar dokter atau apoteker memberikan apa yang pasien mau, seperti antibiotik yang terlampir dalam internet.

Padahal, obat itu sebenarnya tidak dibutuhkan.

“Kami sering mendengar penyedia obat mengatakan jika pasien tidak diberi antibiotik, mereka mengancam akan pergi ke tempat lain yang mau memberikan antibiotik. Ada alasan bisnis dalam hal kepuasaan pelanggan di sini,” kara david Hyun, dokter penyakit menular pediatrik yang baru-baru ini membuat tinjauan mengapa dokter memberi resep antibiotik yang tak perlu.

Baca Juga :  Berbulan-bulan Bekerja di Masa Pandemi Covid-19, Banyak Dokter Residen Alami Depresi dan Jenuh

Selain itu, sebuah penelitian yang dimuat di Pew Research Center pada 2013, menemukan bahwa 35 persen orang dewasa di Amerika menggunakan internet untuk mendiagnosis diri mereka sendiri atau kenalannya.

Jumlah ini kemungkinan meningkat, karena semakin banyak orang yang terhubung dengan internet. Hyun berkata, tak ada salahnya memeriksakan gejala ke tenaga medis profesional untuk menghilangkan paranoid.

Selain itu, sebaiknya Anda tidak langsung menelan informasi di internet mentah-mentah.

Lebih baik, percayakan dan konsultasikan pada tenaga medis yang sudah berpengalaman untuk mendiagnosis apa yang terjadi dengan tubuh Anda dan apa yang harus Anda lakukan.

“Jadilah dewasa. Tidak mengonsumsi antibiotik yang tidak Anda butuhkan, suatu hari akan menyelamatkan nyawa Anda,” kata Hyun.

www.tribunnews.com