loading...
Loading...
Bangkai ikan dikeringkan di pinggir WGM, sebelum diolah menjadi pakan ternak

WONOGIRI-Teka-teki soal bau busuk mirip bangkai yang dikeluhkan pengunjung dan warga sekitar Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, terjawab. Sumber bau berasal dari limbah ikan pengolahan pakan ternak di sekitar WGM.

Salah seorang pengusaha pengolahan bahan baku pakan ternak dari ikan-ikan mati, Puji Oliv (40), saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut dia limbah ikan yang dia jemur di pinggir WGM memang  menimbulkan bau kurang sedap.

Baca Juga :  Tanggapi Permintaan Orang Tua Siswa SMK Muhammadiyah 4 Wonogiri, Koramil Turun Langsung Berikan Materi MPLS

“Baunya memang tidak sedap, karena limbah ikan,” kata dia, Minggu (4/3/2018).

Namun, warga Dusun Dawe RT 2 RW 14, Desa Gumiwang Lor, Kecamatan Wuryantoro itu tidak mau jika hanya tempat usahanya yang dituding menimbulkan polusi udara. Pasalnya, menurut dia, masih banyak usaha sejenis di sekitar WGM.

Baca Juga :  Diwarnai Bagi-bagi Helm Mug dan Kaos, Police Goes to School Polres Wonogiri Sampaikan Pencegahan Laka Pada Pelajar

“Sebab usaha kami masih berskala  kecil-kecilan, rata-rata hanya 5 kuintal perbulan dengan harga Rp 5 ribu perkilo. Malah ada perusahaan lain yang sampai mengolah berton-ton perhari,” ungkap dia.

Dia menambahkan, ribuan nila yang sudah menjadi bangkai itu dikumpulkan dari para nelayan sekitar waduk. Limbah ikan itu selanjutnya dikeringkan, untuk kemudian diolah menjadi pakan ternak, terutama bebek. Pakan ternak banyak dikirim ke daerah Wonosari, DIY. Aris Arianto

Baca Juga :  Elpiji 3 Kg Untuk Bahan Bakar Mesin Pompa Air, Begini Tanggapan Pemkab Wonogiri
Iklan
Loading...