JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Muhammadiyah Solo Resmikan PKU Sampangan, yang Sejalan Visi Walikota

Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah

SOLO-Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah di Surakarta kini menjadi dua, setelah dioperasionalkan RSU PKU Sampangan, Semanggi Pasar Kliwon mulai Minggu (25/2/2018) lalu.

Sebelumnya, amal usaha di bawah payung Muhammadiyah ini sudah memiliki RSU PKU Muhammadiyah di Jalan Ronggowarsito. “Ini bagian dari dakwah kemanusiaan. Ikhlas dan semangat beramal harus selalu dikembangkan dalam berdakwah kemanusiaan,” kata Dr Mohammad Dai Ssi Apt dari Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah saat peresmian RSU PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta, Minggu (25/2).

Menurutnya, peresmian RS ini merupakan wujud dakwah kemanusiaan melalui amal usaha kesehatan dalam rangka menyejahterakan masyarakat. Perlu kerja keras untuk mewujudkannya. Kerja keras dengan memberikan pelayanan paripurna.

“Dengan peresmian itu menjadikan jumlah RSU PKU Muhammadiyah yang ada di Surakarta menjadi dua yakni di Sampangan dan di Ronggowarsito,’’ jelasnya.

Keikhlasan, lanjut Ketua PD Muhammadiyah Surakarta Subari, antara lain dicontohkan oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan pada masa lalu. “Apa yang dilakukan KH Ahamd Dahlan bisa menginspirasi. Beliau selalu memikirkan warga yang sakit, baliau ikut mencarikan obat. Ikut mencarikan dokter,” kata dia.

Baca Juga :  Gibran Dapat Undian Nomor 1, Bagyo Nomor 2

Bahkan, KH Ahmad Dahlan rela mengorbankan harta bendanya untuk pendidikan dan pengobatan masyarakat.

Semangat pendiri Muhammadiyah itu, dijabarkan PKU Muhammadiyah dengan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. “Selalu menebar kebaikan untuk manusia. Layanan mutu menjadi bagian utama bagi pasien. Kita tidak mengharapkan orang sakit, tetapi bagaimana menjadi sehat.”

Sebelumnya Direktur RSU PKU Muhammadiyah Sampangan, Dr Hj Rosnedy Ariswati Mkes, mengatakan RS tersebut sebelumnya merupakan RS Bersalin dan Balai Pengobatan. RS yang berada di Jalan Cempaka RT 02/20 Semanggi itu pada 2013, berubah menjadi klinik utama dan 14 Pebruari turun izin menjadi Rumah Sakit Umum.

“Setelah 60 tahun, RS ini kini menjadi RS umum. Layanan lebih banyak dan memiliki sejumlah dokter spesialis seperti Spesialis obgin, anak, THT dan spesialis gigi dan mulut, dan lainnya,”katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih Mkes MH mengapresiasi peresmian PKU Muhammadiyah Sampangan. Ia berharap pada usia 60 tahun justru akan semakin produktif.

Baca Juga :  Sempat Diamankan, 27 Orang Termasuk Anggota PSHT Dipulangkan, Motor Tetap Ditahan

Labih lanjut ia mengatakan peresmian RSU itu sejalan dengan salah satu visi wali kota yakni waras yang artinya sehat.

“Muhammadiyah ikut mengambil peran untuk menyehatkan umat. Bagaimana membuat masyarakat sehat. Jika ada yang sakit maka ada fasilitas kesehatan. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Tugas pemerintah untuk mempermudah.’’ Kata dia.

Lebih lanjut untuk mewujudkan masyarakat yang sehat itu, pemerintah bersama semua pihak termasuk swasta berusaha menyediakan fasilitas kesehatan dan jaminan pembiayaan untuk perawatan. Bagi yang tidak mampu akan ditangani pemerintah.

“Kalau sudah ada jaminan maka masyarakat akan merasa ayem dan dengan rasa ayem ini juga akan waras,” katanya.

Pada bagian lain, Siti juga mengatakan Pemkot Solo akan menjadi pelopor dalam universal healt coverage, yakni semua masyarakat alan tercover dalam jaminan kesehatan, apakah itu dari pemerintah, pemberi kerja atau yang lainnya.(Marwantoro)