JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Tips Budidaya Sapi Agar Hasil Memuaskan, Syaratnya Hanya Satu Ini

Petugas menyuntik sapi di sebuah peternakan di Wonogiri
Petugas menyuntik sapi di sebuah peternakan di Wonogiri

WONOGIRI-Masyarakat Wonogiri dikatakan bisa hidup sangat sejahtera hanya bermodalkan ternak sapi. Sebab bisa menghasilkan keuntungan jutaan hingga belasan juta rupiah per bulan.

Hanya saja untuk mencapai kondisi sejahtera itu perlu syarat. Yakni masyarakat harus mampu mengubah pola beternak seperti selama ini dijalankan.

“Sampai saat ini masyarakat Wonogiri masih menerapkan budaya saving dalam beternak. Artinya ternak hanya untuk tabungan,” ungkap Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri Rully Pramono Retno melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Sutardi, Sabtu (31/3/2018).

Melalui budaya saving disebutkan dia, peternak hanya memelihara sapi ala kadarnya. Yang penting diberi makan dan minum, dan dalam jangka waktu tertentu dijual.

Baca Juga :  Dikritik Netizen Lantaran Dianggap Mengumpulkan Massa Ketika Penyaluran JKN KIS di Saat Pandemi, Bupati Wonogiri Joko Sutopo Berikan Klarifikasi

Budaya itu menurut pria yang akrab disebut Sanding ini sebenarnya juga menghasilkan keuntungan bagi peternak. Hanya saja tidak maksimal.

Semestinya, jika ingin hasil maksimal budaya tersebut diubah. Memelihara sapi harus secara profesional. Harus diperhatikan betul pola dan asupan makanan yang sehat dan bergizi. Termasuk kebersihan kandang maupun perlakuan terhadap ternak.

“Dengan pola profesional, dapat diketahui jenis makanan apa saja yang cepat menggemukkan sapi. Misalnya daun sejenis katuk yang memiliki protein sangat tinggi. Juga bisa membuat makanan konsentrat sendiri. Biaya pakan dengan pola profesional bisa lebih murah sebenarnya. Tidak hanya jerami kering atau pakan hijau maupun bekatul,” papar dia.

Baca Juga :  Woro-woro Lur Warga Manyaran Wonogiri TMMD Sengkuyung III 2020 Digelar di Dusun Gembuk Desa Bero, Kendati Belum Dibuka Pekerjaan Fisik Sudah Dimulai

Hanya sedikit lanjut dia, peternak Wonogiri yang telah menerapkan pola profesional. Tidak ada satu persen dari total peternak yang ada. Padahal jika dilihat dari keuntungan, sangat jauh mencolok. Melalui pola profesional dapat menghasilkan keuntungan jutaan hingga belasan juta rupiah per bulan.

“Apalagi potensi kita sangat besar. Populasi sapi kita merupakan yang terbanyak kedua di Jateng setelah Blora. Makanan alami maupun bahan pembuat makanan sendiri tersedia melimpah,” ujar dia.

Soal modal menurut dia bukan halangan. Dengan diawali satu ekor sapi peternak bisa memulai pola profesional. Aris Arianto