JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Datangi Mapolsek Sambil Menangis, Orangtua 2 Pendekar PSHT Pelaku Pengeroyokan Sadis Minta Ditangguhkan Penahanan

Kapolsek Gemolong, AKP Supadi saat memimpin penangkapan tiga dari empat pendekar PSHT tersangka pengeroyokan juniornya, Senin (2/4/2018). Foto/Wardoyo
Kapolsek Gemolong, AKP Supadi saat memimpin penangkapan tiga dari empat pendekar PSHT tersangka pengeroyokan juniornya, Senin (2/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Orangtua dua remaja pendekar perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pelaku pengeroyokan sadis adik tingkatnya di Gemolong,  Sragen beberapa waktu lalu dikabarkan berencana mengajukan penangguhan penahanan.

Alasannya, satu pelaku berstatus mahasiswa semester akhir yang tinggal mengerjakan skripsi. Sementara satu pelaku yang bertubuh gendut, selama ini dikenal sebagai tulang punggung ekonomi keluarga dan adik-adiknya.

Baca Juga :  Kasus Siswi SD Diperkosa Massal di Kamar Mandi, Kapolres Sragen Tegaskan Akan Percepat Penanganan. Siap-Siap Saja!

Wacana pengajuan penangguhan itu diungkapkan Kapolsek Gemolong AKP Supadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman. Ia mengatakan rencana penangguhan penahanan disampaikan orangtua dua tersangka ketika mendatangi Mapolsek beberapa hari lalu.

“Satu tersangka itu ternyata masih mahasiswa semester tujuh dan mau skripsi. Ibunya kemarin datang sambil nangis minta agar ditangguhkan penahanannya agar bisa melanjutkan kuliah. Yang satunya yang paling gendut,  di rumah juga jadi tulang punggung keluarga dan adik-adiknya, ” papar AKP Supadi.

Baca Juga :  Anggota DPRD Sragen, Sukamto Bakal Dimakamkan Besok Siang di Patihan Sidoharjo. Tinggalkan 2 Anak dan 2 Cucu

Ia menguraikan saat ini ketiga tersangka yang sudah ditangkap itu,  sudah dilimpahkan ke tahanan Mapolres Sragen. Ketiganya masing-masing diketahui bernama Alan K (21) warga Gemolong, Sragen, Richo (18) asal Miri,  Sragen, Totok (18) asal Kalijambe Sragen.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua