JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Debat Publik Pilgub Jateng Memanas. Sudirman Said Serang Ganjar Lewat E-KTP. Bagaimana Reaksi Ganjar?

Dua calon gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Sudirman Said berangkulan usai debat publik perdana Pilgub Jateng di Semarang Jumat (20/4/2018). Foto/Tempo.Co
Dua calon gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Sudirman Said berangkulan usai debat publik perdana Pilgub Jateng di Semarang Jumat (20/4/2018). Foto/Tempo.Co

SEMARANG- Dua calon gubernur di Pilgub Jateng,  Sudirman Said dan Ganjar Pranowo saling adu argumen saat debat publik perdana di Patltrajasa Convention Center Semarang Jumat (20/4/2018). Dalam debat itu,  salah satu yang menarik adalah soal pertanyaan Sudirman kepada Ganjar perihal KTP Elektronik (e-KTP).

“Saya mau nanya soal KTP Elektronik. KTP Elektronik sangat penting karena berkaitan dengan keadilan sosial dan lain sebagainya. Namun bagaimana kondisi di Jateng karena subdisi dan pajak serta bantuan sosial berkaitan. Pertanyaannya, di Jateng berapa yang sudah direkam, yang sudah di cetak kondisinya bagaimana,” ujar Sudirman.

Baca Juga :  Lonjakan Kasus Covid-19 di Sembilan Daerah di Jateng Jadi Perhatian Khusus Gubernur Ganjar

Sudirman berujar e-KTP bukan perkara administrasi semata, melainkan soal keadilan sosial bagaimana masyarakat bisa mengakses berbagai kebutuhan menggunakan single identity tersebut. Termasuk, keadilan sosial warga dalam menggunakan hak pilihnya yang masih bermasalah karena persoalan e-KTP.

Atas pertanyaan Sudirman, Ganjar mengaku tidak mengetahui data secara teknis karena tidak bekerja di bidang teknis. Namun Ganjar meyakinkan kepada Sudirman bahwa dia melakukan koordinasi setiap hari dengan pemerintah pusat. Apalagi, kata Ganjar, seorang direktur jenderal di Kementerian Dalam Negeri merupakan orang asli Semarang yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga :  Mohon Perhatian, Warga Sragen yang Ada di Jakarta Sementara Jangan Pulang Dulu. Bupati dan Gubernur Ganjar Minta Warga Dukung Pelaksanaan PSBB!

“Tapi kalau diberi kesempatan agar efisien menjawab, saya punya data setiap hari. Perekaman dikatakan cepat atau lambat karena masalah peralatan, akses listrik, kondisi di suatu tempat, dan suplai blanko dari Kemendagri. Pak Dirman pernah menjadi menteri, kalau kementerian mampu mengadakan blanko lebih cepat maka akan didistribusi cepat,” kata Ganjar.

Ganjar juga mengaku melakukan koordinasi dengan dinas terkait yang menangani soal e-KTP serta Kemendagri untuk melakukan transparasi data tersebut. Ia bahkan mengetahui ada percepatan perekaman e-KTP di wilayah Pemalang  karena intens berkomunikasi dengan jajarannya di tingkat daerah.

www.tempo.co