JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Duh, Siswa SD Ini Dikeroyok Teman Sekelas Hingga Masuk RS, Ini Penjelasan  Pihak Sekolah

Ilustrasi/Tribunnews

TEGAL– Kasus kekerasan kembali terjadi di dunia kependidikan. Seorang siswi kelas 5 SD di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal berinisial F (12) diduga mengalami perundungan (bullying) dan kekerasan teman sekelasnya.

Orangtua F sudah melaporkan kejadian yang dialami anaknya itu ke pihak kepolisian.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Jon Wesly Arianto, melalui Kasat Reskrim, AKP Agustinus David, menuturkan sudah menerima laporan kasus tersebut.

“Saat ini, kami tengah meminta klarifikasi kepada pihak- pihak yang bersangkutan. Senin ini, kami meminta keterangan kepada korban dan keluarganya. Besok (Selasa) kami mengundang orang tua siswa yang diduga memukuli korban,” kata Agustinus, Senin (16/4/2018).

Ia menuturkan, ada lima siswa yang diduga melakukan pemukulan kepada korban F yang merupakan teman sekelas.

Sementara, saat dikonfirmasi, Wati Kustanti, kepala SD di Kelurahan Panggung dimana korban sekolah, mengatakan bahwa F tidak dipukul atau pun dikeroyok.

Baca Juga :  Legislator Pati Minta Razia Penegakkan Aturan Jam Malam Tak Tebang Pilih

“Ya seperti siswa SD pada umumnya lah, becandanya seperti apa tahu sendiri. Teman sekelasnya mengatakan cuma dijawil sama ngejek, itu pun ngejek biasa,” kata Wati.

Ia menjelaskan bahwa tidak ada siswa yang pingsan saat Senin pekan lalu sepeti yang dikatakan korban.

“Kalau ada yang pingsan pasti sesekolahan geger. Saya juga di sini (sekolah) kalau ada yang pingsan pasti tahu lah,” ujarnya

Pihaknya telah memanggil sebanyak 14 siswa yang diduga memukul korban. Namun, berdasarkan pengakuan para siswa, tidak ada siswa yang memukul atau pun menendang.

“Kasus itu, sudah diselesaikan secara kekeluargaan pada Minggu (15/4/2018) kemarin. Kami menemukan orang tua korban dan orang tua siswa yang dituduh memukul, hasilnya mereka damai tapi nggak tahu kok orang tua korban tetap melaporkan kasus ini ke polisi,” terang Wati.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Pejabat Bank Indonesia, Bupati Koko Tegaskan Dukung Penggunaan Uang Digital

Sementara, wali murid Kelas 5, Muhtar, berkilah bahwa F telah dikeroyok oleh murid pria di kelasnya.

“Kami sudah panggil para siswa dan menasihati mereka agar satu kelas harus rukun dan harus saling menyayangi. Tapi orang tua korban sudah terlanjur lapor polisi,” kata Muhtar.

Menurutnya, candaan yang dilakukan anak didiknya itu sudah biasa dilakukan seperti halnya anak kecil pada umumnya.
Ia mengaku tidak ada pemukulan atau tendangan terhadap korban F.

“Dia mual mungkin masuk angin atau apa yang membuatnya sakit, bukan karena dikeroyok,” imbuhnya.

Ketika ditanya apakah korban F kerap di-bully saat di kelas. Muhtar mengatakan bahwa memang F kerap diejek dengan sebutan ‘terasi’.

“Saya rasa ejekan itu lumrah dan biasa dilakukan anak kecil,” ujarnya. # Tribunnews