JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Komputer Sekolah Kurang, Ratusan Peserta UNBK SMP di Sragen Terpaksa Diangkut Pakai Bus

Siswa peserta UNBK SMPN 1 Ngrampal saat naik ke bua untuk menuju lokasi SMK Kosgoro yang ditumpangi untuk UNBK Senin (23/4/2018). Foto/Wardoyo
Siswa peserta UNBK SMPN 1 Ngrampal saat naik ke bus untuk menuju lokasi SMK Kosgoro yang ditumpangi untuk UNBK Senin (23/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Sejumlah SMP Negeri di Sragen terpaksa harus melakukan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dengan nebeng ke sekolah lain yang memiliki perangkat komputer memadai. Tidak hanya itu,  pihak sekolah juga berjibaku untuk mengupayakan sewa genset maupun bus untuk antar jemput siswa demi bisa menggelar UNBK secara lancar.

Salah satunya adalah SMPN 1 Ngrampal. Karena keterbatasan perangkat komputer yang dimiliki,  sekolah ini terpaksa menggelar UNBK bekerjasama dengan SMK Kosgoro Sragen.

Selama empat hari pelaksanaan mulai Senin (23/4/2018)- Kamis (26/4/2018), siswa kelas IX peserta UN mengikuti ujian mengungsi di SMK Kosgoro. Kepala SMPN 1 Ngrampal,  Bambang Sudaryono mengatakan pihaknya terpaksa menggelar UNBK di SMK Kosgoro lantaran komputer yang ada di sekolahnya masih kurang. Dari kebutuhan untuk menyelenggarakan UN mandiri sekitar 90 komputer,  sekolahnya saat ini hanya mempunyai 19 komputer saja.

Baca Juga :  Buntut Video Viral Ratusan Pelamar Berdesakan Sampai Terinjak-Injak di Pabrik Boneka Masaran Sragen, Dinas Isyaratkan Sanksi. Sekda: Biar Jadi Pembelajaran Perusahaan!

“Sekolah kami baru punya 19 komputer,  itu pun yang waras hanya 15. Padahal untuk UNBK mandiri mininal harus punya 90 komputer. Mudah-mudahan tahun depan bisa mandiri, ” paparnya Senin (23/4/2018).

Meski harus nebeng ke SMK Kosgoro,  namun pihaknya tak membebani biaya ke siswa. Seluruh biaya penyelenggaraan dari sewa genset dan bus,  dibiayai dari dana BOS. Untuk memastikan semua siswa bisa masuk tepat jadwal,  pihak sekolah menyediakan bus untuk antar jemput mereka mengingat jarak sekolah ke lokasi SMK Kosgoro hampir 3 kilometer.

Menurut Bambang,  bus disewa untuk antar jemput setiap hari selama tiga sesi ujian yakni pukul 07.30 WIB pukul 10.00 WIB dan pukul 13.30 WIB.

Baca Juga :  Tambah Lagi, 2 Warga Gemolong dan Sragen Positif Terpapar Covid-19. Jumlah Total Kasus 513, Sudah 71 Warga Meninggal Dunia

“Jumlah siswa ujian kami 250 siswa dibagi dalam 3 sesi. Persesi ada 84 siswa dan 82 siswa. Jadi setiap sesi selesai,  bus mengantar anak-anak kembali ke sekolah sambil menjemput siswa yang jadwal sesi berikutnya.  Selain memastikan mereka bisa tepat waktu semua,  itu juga menjamin keselamatan siswa karena lewat jalan raya, ” tukasnya.

Tak hanya SMPN 1 Ngrampal,  sejumlah SMPN yang belum memiliki komputer lengkap,  juga dilaporkan nebeng. Seperti SMPN 2 Ngrampal yang nebeng ke SMK Muhammadiyah dan juga pakainantar jemput bus.

Meski nebeng,  prosea UNBK hari pertama berjalan relatif tanpa kendala. Senin (23/4/2018) pagi,  sejumlah pejabat teras dinas pendidikan dan Wabup Sragen,  Dedy Endriyatno juga menyempatkan menggelar inspeksi ke sekolah penyelenggara UNBK. Wardoyo