JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Pengungsi Palestina Ini Daki Gunung Tertinggi di Dunia dengan Satu Kaki

Jarah al-Hawamdeh (22), seorang difabel, mendaki gunung Everest dengan satu kaki/Tribunnews

Keterbatasan fisik, ternyata tidak menghalangi tekat seorang pemgungsi Palestina di Yordania ini untuk mendaki puncak gunung Everest.

Pria ini mengingatkan akan sosok Sabar Gorky, pria adal Kota Solo yang sama-sama memiliki keterbatasan fisik, namun memiliki prestasi kelas dunia.

Lelaki pengungsi ini bernama Jarah al-Hawamdeh (22). Dia adalah  pengungsi Palestina di Yordania, yang kehilangan  kaki kirinya karena kanker tulang.

Namun tekatnya tak pernah surut untuk mencapai puncak gunung tertinggi di dunia ini guna menggalang dana.

Baca Juga :  Ini Peraturan Pelaksanaan Ibadah Umrah di Masa Pandemi Covid-19: Batas Waktu hanya 3 Jam, Jemaah Dibagi Per Kelompok 1.000 Orang

Aksi ini adalah upaya Jarah menggalag dana untuk membantu sebuah sekolah di Yordania, Al-Jufe.

Al-Jufe didirikan oleh lembaga PBB, United Nations Relief and Works Agency for Palestinian Refugee (UNRWA).

Dilansir Tribunjogja.com dari laman Al Jazeera, Senin (16/4/2018), sekolah ini sedang mengalami masalah keuangan, sedangkan ada 750 anak pengungsi Palestina yang belajar di sana.

Jarah saat ini masih berupaya mencapai puncak gunung Everest. Dia mulai mendaki dari perbatasan Tiongkok dan Nepal dan berada di ketinggian 5.100 meter pada Minggu (15/4/2018).

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19

Dia berharap segera mencapai base camp di puncak Everest.

“Dengan meningkatkan kepedulian, saya berharap bisa mengumpulkan $1 juta untuk sekolah tempat saya belajar,” kata Jarah.

Tahun lalu, Jarah mendaki gunung Kilimanjaro di Afrika untuk menggalang dukungan bagi penderita kanker. # Tribunnews