JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Petugas Bandara Adi Soemarmo Gencar Sosialisasikan Larangan Power Bank Dalam Pesawat

triawati
 Petugas Bandara Adi Soemarmo gencar melakukan sosialisasi terkait larangan bagi penumpang untuk membawa Power Bank (PB) ke dalam pesawat. Foto: Triawati PP

SOLO- Petugas Bandara Adi Soemarmo gencar melakukan sosialisasi terkait larangan bagi penumpang untuk membawa Power Bank (PB) ke dalam pesawat. Hal itu sesuai ketentuan Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang melarang penumpang membawa power bank ke dalam pesawat.

Larangan tersebut tertuang dalam surat edaran nomor 15 tahun 2018 tentang ketentuan membawa pengisi baterai portabel dan baterai lithium cadangan pada pesawat udara. Peraturan yang berlaku mulai 9 Maret 2018 tersebut telah diterapkan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Adi Soemarmo.

Menurut Humas Bandara Adi Soemarmo, Danardewi, petugas keamanan bandara terus melakukan pemeriksaan kepada penumpang secara intensif sejak diberlakukannya larangan tersebut.

Baca Juga :  Pemkot Solo Cicil Perbaikan Lapangan Pendukung Piala Dunia U-20

“Dalam hal ini ada ketentuannya yaitu seorang penumpang maksimal hanya boleh membawa dua buah power bank, dengan total daya maksimal 160 Wh (Watt-hours). Batas 160 Wh ini apabila dikonversikan ke mAh menjadi sekitar 20.000 mAh. Dan pemeriksaan dilakukan secara intensif,” urainya, Selasa (11/04/2018).

Secara teknis, screening atau oemeriksaan terhadap para penumpang sebelum masuk pesawat dilakukan sebanyak tiga kali.

“Dan jika ditemukan adanya PB, maka akan langsung disita olej petugas dan diletakkan di pos security. Sampai saat ini masih ada penumpang yang membawa PB, dua sampai tiga PB ditemukan per harinya. Untuk itu kami akan terus melakukan pemeriksaan dan terus melakukan sosialisasi kepada penumpang dan calon penumpang,” imbuh Danar.

Baca Juga :  BSM Berkomitmen Tingkatkan Literasi Perbankan Syariah

Sementara itu, salah satu calon penumpang pesawat menuju Jawa Barat, Bayu mengaku tidak keberatan dengan kebijakan tersebut.

“Kebetulan saya sudah mengetahuinya sebelum ini. Jadi sekarang ya tidak membawa PB, biasanya membawa. Ini kan demi keselamatan dan keamanan bersama ya,” tukasnya. Triawati Prihatsari Purwanto