JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Puisi yang Dibaca Ganjar Masih Menyisakan Masalah. IKAMI akan Laporkan Ganjar ke Polisi

tempo.co
tempo.co

SEMARANG – Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) berencana akan melaporkan calon gubernur Jawa Tengah incumbent Ganjar Pranowo ke polisi. Rencana itu dilakukan atas dugaan penodaan agama melalui puisi Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana karya KH Mustofa Bisri.

“Kami persiapkan segera bukti-bukti untuk melaporkan Ganjar,” kata Seketaris Jenderal IKAMI Djuju Purwantoro saat dihubungi Tempo, Selasa(10/4/2018).

Ia menjelaskan meskipun bukan Ganjar yang membuat puisi itu, mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu tetap membacanya di stasiun televisi swasta dan menyebarkan video itu melalui media sosial.

Baca Juga :  Evaluasi Penegakkan Protokol Kesehatan, Inilah Pesan Ganjar untuk Kepala Satpol PP se-Jateng

Ganjar membacakan puisi itu saat mengisi acara di sebuah stasiun televisi pada awal Maret lalu. Lantaran pembacaan puisi itu, Ganjar Pranowo dianggap mendiskreditkan Islam. Penggalan puisi yang dipermasalahkan adalah bait “Kau bilang Tuhan sangat dekat. Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat..”

Djuju mengatakan maksud dari bait itu adalah mengenai azan. Ia menganggap kalimat dalam puisi itu keliru, sebab azan bukan untuk memanggil Tuhan, melainkan panggilan kepada umat Islam untuk salat.

Selain membacakan puisi tersebut, Ganjar juga mengunggah video pembacaan itu pada 10 Maret lalu dan meminta warganet mengomentarinya. “Video itu banyak mendapat respon negatif dari warganet,” kata Djuju.

Baca Juga :  Korban Mutilasi dalam Kantong Kresek Bikin Geger Warga Kalibata City

Dari aspek hukum, IKAMI menganggap sebagian bait puisi mengandung unsur penodaan agama. Sehingga bisa dikatakan telah melanggar pasal 28 ayat (2), Jo pasal 45A ayat (2), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan pasal 156a huruf a KUHP.

Djuju menjelaskan sebagai publik figur dan pejabat negara, seharusnya Ganjar Pranowo harus lebih waspada, bisa menilai, dan mengoreksi lebih dulu bait-bait puisi yang akan dibacanya.

www.tempo.co