JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Serangan Kera Kian Menjadi Masuk Rumah dan Ruang Sekolah

Kera liar di sekitar Gunung Gandul Wonogiri.JSNews/Aris Arianto
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kera liar di sekitar Gunung Gandul Wonogiri.JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Serangan kera ekor panjang di wilayah Wonogiri semakin menjadi-jadi. Kera sudah berani masuk lingkungan sekolah serta mengacak-acak rumah.

Salah satu siswa SMA Negeri 3 Wonogiri, Anto mengatakan, kera sering masuk lingkungan sekolah. Hal tersebut membuat keresahan bagi kalangan siswa.

Posisi sekolah disebutkannya berdekatan dengan obyek wisata Gunung Gandul. Kawanan kera yang kerap menyambangi sekolah diduga berasal dari sekitar Gunung Gandul.

Iis Suprapti, warga Lingkungan Giriwono, Kecamatan Wonogiri berujar, kera sering terlihat di pekarangan rumah warga. Mereka berjumlah hingga puluhan ekor. Beberapa diantaranya bahkan sampai berani masuk dan mengacak-acak seisi rumah.

Baca Juga :  Kepala Dinas di Wonogiri Positif COVID-19 Puluhan Pegawainya Tunggu Hasil Lab. Namun Kantornya Tidak Ditutup

Jika kera diusir dengan cara dibentuk keras, kera justru menunjukkan sikap protektif dan hendak menyerang. Lantaran itu keberadaan kera selama ini hanya dibiarkan.

“Makanan maupun buah yang sudah matang banyak yang dimakan kera lebih dulu,” ujar dia, Sabtu (7/4/2018).

Kabag Perekonomian Setda Wonogiri, Edy Tri Hadiyanto mengatakan, lera tidak hanya mengganggu tanaman warga. Kawanan hewan tersebut telah memasuki pekarangan dan mengganggu permukiman warga. Oleh karena itu pihaknya perlu mengetahui penyebab dan cara penanganannya.

Dalam pertemuan dengan kepala desa dan camat wilayah terdampak serangan kera, ada beberapa masukan yang dihimpun. Antara lain usulan untuk memperbaiki habitat kera karena cadangan pakan di hutan semakin berkurang. Adapun usulan lain adalah mengurangi populasi kera.

Baca Juga :  Serentak, Begini Kiprah 3 Pilar di Wonogiri yang Bersinergi Memutus Mata Rantai Penyebaran COVID-19

Kepala Desa Sendang, Budi Hardono mengatakan, desanya mengandalkan sektor pariwisata. Adapun kera menjadi salah satu daya tariknya. Oleh sebab itu, dia menyarankan dilakukannya penanaman pohon buah-buahan untuk melestarikan pakan kera di hutan yang menjadi habitatnya. Sehingga kera tidak perlu turun ke permukiman untuk mencari makan. Aris Arianto