loading...
Dandim Sragen, Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo saat memberi sambutan dalam buka bersama Forkompida dan toga tomas di Kodim Sragen, Rabu (23/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Setelah sepekan menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan, Kodim 0725/Sragen adalah instansi pertama yang menggelar buka bersama (bukber). Kesempatan ini dimanfaatkan untuk saling melakukan komunikasi sosial (Komsos) dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh agama di Sragen.

“Kenapa saya mengundang bapak-ibu sekalian? Karena saya ingin ngobrol bareng sembari nunggu buka puasa atau istilah kerennya Komsos,” kata Dandim 0725/Sragen, Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, Rabu (23/5) sore.

Dandim menyampaikan, melalui Komsos pihaknya berharap bisa meningkatkan sinergitas dan kerjasama antara Kodim 0725/Sragen dalam menyukseskan program pemerintah pusat di daerah.

Sementara terkait tahun politik saat ini, Dandim untuk kesekian kalinya mengingatkan kepada anggotanya untuk menjaga netralitas. Dia juga meminta para pimpinan partai politik untuk tidak menarik anggota TNI terjun ke ranah politik praktis untuk memberikan dukungan.

Baca Juga :  Bernama Edo Rian Romadhan, Pemuda Yang Bunuh Diri Masuk Sumur di Bonagung Tanon Sragen Berhasil Diangkat Tapi Dalam Kondisi Tewas. Sempat Dikejar Orangtuanya Tapi Duluan Loncat ke Sumur

“Kepada Parpol agar tidak menarik-narik anggota kami untuk terjun langsung dan berpolitik praktis serta mendukung salah satu Parpol peserta Pemilu,” tandasnya.

Acara bukber yang digelar di Makodim tersebut juga dihadiri Bupati sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati Dedy Endriatno, Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto, Kapolres sragen AKBP Arif Budiman, Ketua PN, Ketua FKUB, Ketua MUI, para Danramil dan seluruh Kapolsek di Sragen.

Baca Juga :  Berkah Booming Ciptakan Masker dan Hand Sanitizer, SMK Citra Medika Sragen Santuni 40 KK Miskin dan Bagi Masker Warga Sekampung

Acara itu juga diisi dengan tausiyah oleh Sekretaris MUI Sragen, KH Muhamad Fadlan yang menyampaikan tentang empat Konsensus Dasar dalam berbangsa dan bernegara. Yaitu Pancasila, Bhineka tunggal Ika, NKRI dan Undang Undang Dasar 1945. Wardoyo