JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Awas, Ini Ancaman Bagi Penimbun Sembako Jelang Ramadhan

Pedagang sembako di Pasar Jungke, Karanganyar. Foto/Wardoyo
Pedagang sembako di Pasar Jungke, Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Dinas perdagangan, Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM, mengingatkan kepada para pedagang untuk tidak menimbun Sembilan bahan pokok (sembako) selama bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri tahun 2018.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM, Waluyo Dwi Basuki, Rabu (16/05/2018).

Menurut Dwi Basuki, para distributor dan pedagang jangan memainkan harga untuk kepentingan pribadinya. Jika hal itu dilakukan, maka akan memicu kenaikan harga bahan pokok di pasar.

Baca Juga :  Duh, 2 Bulan Jelang Tutup Buku, Serapan Anggaran di Karanganyar Ternyata Belum Ada 50 % . Kerjaan Fisik Juga Baru 55 %, Ada Apa?

“Saya ingatkan terus agar pedagang tidak menimbun sembako. Biasanya pedagang yang menimbun sembako menginginkan keuntungan yang besar,” tegasnya.

Untuk memantau harga bahan pokok, lanjut Dwi Basuki, setiap hari, para petugas pasar, diminta untuk melaporkan harga sembako di pasar yang menjadi wilayah pengawasannya. Ditambahkannya, tim dari Disperindag juga diturunkan ke lapangan untuk melakukan pemantauan harga, sehingga tidak terjadi gejolak di masyarakat.

“ Kita minta laporan setiap pagi dari petugas pasar tentang harga pasar. Selain itu, kita juga menerjunkan tim ke lapangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Raperda Pemakaman di Karanganyar,  Fraksi PKS Minta Ada Pengaturan Pengawalan Jenazah, FPKB Minta Retribusi dan Layanan Diatur Lebih Jelas!

Dwi Basuki juga mengungkapkan, menjelang bulan Ramadhan, ketersediaan bahan pokok di Karanganyar masih mencukupi. Daya beli masyarakat juga masih cukup baik. Dia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak panik.

“ Kalau ketersediaan bahan pokok masih cukup hingga menjelang lebaran mendatang.  Yang terpenting, saya kembali menegaskan, jangan sampai menimbun sembako. Karena ini akan memicu kenaikan harga dan masyarakat akan panik,” pungkasnya. Wardoyo