Beranda Daerah Sragen Gara-gara Minta Uang Rp 100.000 Tak Diberi, Pemuda di Sragen Nekat...

Gara-gara Minta Uang Rp 100.000 Tak Diberi, Pemuda di Sragen Nekat Hendak Bunuh Bapaknya

6769
BAGIKAN
Tim Polsek saat mengamankan TRY, pemuda asal Bedoro yang mengamuk dan hendak membunuh orangtuanya Minggu (13/5/2018). Foto/Istimewa

SRAGEN-  Warga di Desa Bedoro,  Sambungmacan digemparkan dengan aksi nekat salah satu pemuda setempat berinisial TRY (25). Pemuda asal Dukuh Pucang,  RT 25, Desa Bedoro,  Sambungmacan itu membuat geger setelah mengamuk dan nekat hendak membunuh bapaknya.

Ironisnya,  aksi nekat itu hanya dipicu karena minta uang Rp 100.000 untuk biaya piknik tidak diberi. Aksi nekat itu terjadi Minggu (13/5/2018) namun baru santer menjadi perbincangan warga Senin (14/5/2018).

“Ceritanya yang saya dengar, pemuda di situ mau piknik,  biayanya Rp 100.000. Nah dia (TRY) itu minta ke bapaknya tapi enggak dikasih. Akhirnya dia ngamuk mau bunuh bapaknya.  Sempat geger, untungnya segera ditolong warga dan Polsek, ” papar Khusnul, salah satu warga Bedoro Senin (14/5/2018).

Kades Bedoro,  Prihartono membenarkan insiden itu. Namun ia mengatakan TRY memang diketahui mengalami gangguan kejiwaan dan sering mengamuk jika kambuh. Saat insiden terjadi,  yang bersangkutan juga mendadak mengamuk ke orangtuanya sebelum akhirnya diamankan ke Mapolsek.

“Kemarin akhirnya kita antar berobat ke RSJD Solo bersama personel Polsek. Memang ada gangguan kejiwaan,  kadang sehat seperti biasa kadang pas kambuh ya ngamuk. Sering diobatkan juga ke Solo, ” tuturnya.

Baca Juga :  Geger Penemuan Mayat Hangus Terbakar di Kebun Jati Gilirejo, Miri. Saat Ditemukan Kondisinya Telanjang Dada 

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Sambungmacan AKP Joko Widodo mengatakan usai mendapat laporan,  pihaknya langsung ke lokasi untuk mengamankan pelaku. Selanjutnya pemuda itu langsung dirujuk ke RSJD Solo.

“Menurut penjelasan dari orang tua pasien, Saudara TRY ini telah mengalami gangguan kejiwaan yang disebabkan depresi berat sekitar  tahun 2011 yang lalu. Karakter kejiwaan pada saat kambuh sering melakukan tindakan kekerasan dengan keluarga dan tetangga, mengamuk tanpa sebab serta mengrusak barang-barang yang ada di sekitarnya. Sekitar bulan juli 2017 pernah di rawat di RSJ Solo sudah mulai membaik tapi akhir-akhir ini kambuh kembali,” paparnya. Wardoyo