Beranda Daerah Sragen Geger Seorang Gadis di Sragen Mengamuk dan Nekat Bakar Rumah Tetangganya

Geger Seorang Gadis di Sragen Mengamuk dan Nekat Bakar Rumah Tetangganya

11934
BAGIKAN
Iklan Baris Joglosemar News
Gadis asal Ngrampal, Sragen saat hendak diamankan ke RSJD Solo usai membakar rumah tetangganya, Rabu (16/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Seorang gadis di Ngrampal membuat gempar warga dengan mengamuk dan nekat membakar rumah tetangganya sendiri,  Rabu (16/5/2018) dinihari. Gadis berinisial ATN (25) asal Dukuh Murong RT 15, Kebonromo,  Ngrampal itu nekat membakar rumah tetangganya, Supono (55).

Aksi nekat itu diketahui terjadi sekira pukul 02.00 WIB. Menurut keterangan warga sekitar,  aksi mengamuk itu terjadi saat warga tengah terlelap.

Kejadian berlangsung cepat. Tahu-tahu pemilik rumah sudah berteriak melihat rumah bagian belakang dilalap si jago merah.

Konstruksi rumah yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat berkobar. Mendengar teriakan korban,  warga langsung berhamburan keluar dan membantu melakukan pemadaman dengan air dan alat seadanya.

Beruntung pemilik rumah langsung terjaga dan berhasil keluar menyelamatkan diri.

Sementara usai membakar rumah, ATN masih tertegun di dekat lokasi. Warga pun langsung melapor ke Polsek dan mengamankan ATN. Beruntung berkat kesigapan warga berjibaku memadamkan api, rumah korban hanya terbakar separuh bagian belakang.

Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Ngrampal AKP Agus Irianto membenarkan kejadian itu.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Setelah mendapat laporan,  kami langsung ke lokasi membantu evakuasi dan melakukan pengamanan,” paparnya Rabu (16/5/2018).

Baca Juga :  Sejumlah Mako Polisi Jadi Sasaran Teroris, Polres Sragen Langsung Siagakan Puluhan Senjata Api 
Ilustrasi kebakaran Sragen

Menurut keterangan warga, ATN memang diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Karenanya setelah kejadian, gadis malang itu langsung diamankan dan atas kesepakatan warga serta tokoh masyarakat, kemudian diantar ke RSJD Solo.

Kapolsek menuturkan ATN selama ini diketahui mengalami depresi. Gadis malang itu tinggal sebatang kara di rumah sedangkan kedua orangtuanya merantau di Sulawesi.

“Keputusan untuk dibawa ke RSJD itu juga atas kesepakatan dan perintah kepala desa Sukidiyanto dengan tujuan rasa kemanusiaan dan rasa sosial. Agar anak tersebut kembali normal dan tidak berbuat yang dapat membahayakan warga lingkungan. Semalam personel kami yang mengantar ke RSJD Solo,” pungkasnya. Wardoyo