loading...
Ilustrasi/Tribunnews

SEMARANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang sedang gencar dan giat melaksanakan operasi bersama aparat kepolisian untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) terkait anak jalanan.

Hal itu tercatat pada Perda Nomor 5 Tahun 2014 yang mengatur Tentang Anak Jalanan (Anjal), Gelandangan dan Pengemis.

Kepada Tribunjateng.com, Kepala Dinsos Kota Semarang Tommy Yarmawan Said mengatakan targetnya adalah secepatnya Kota Semarang bebas dari anak jalanan.

Baca Juga :  Bingung Ditagih Hutang, 2 Warga Martoyudan Nekat Edarkan Uang Rp 50 Juta. Ternyata Uangnya Palsu!

Selain melakukan operasi, ia juga mengimbau kepada seluruh warga Kota Semarang untuk mendukungnya mencapai target.

“Dukung Kota Semarang bebas anak jalanan, caranya dengan tidak memberi di jalan, tidak membeli koran/barang yang diperdagangkan anak di jalan dan tidak mempekerjakan anak,” ujarnya pada hari ini, Kamis (17/5/2018).

Sementara itu, jika masih ada warga yang masih melakukan hal di atas, maka akan terkena sanksi.

Baca Juga :  Teror Bakar Kendaraan Muncul Lagi di Jateng, Ganjar Sudah Siapkan Langkah Khusus
Loading...

Sanksinya berbunyi sebagai berikut.
Orang yang memberikan uang atau barang kepada anak jalanan, pengemis dan gelandangan, dipidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda maksimal satu juta rupiah.

Sedangkan, orang yang mengeksploitasi anak jalanan, pengemis dan gelandangan, dipidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda maksimal lima puluh juta rupiah. # Tribunnews


Loading...