loading...


 

Undangan FKKD ke Kades-kades untuk membahas persiapan pemeriksaan SID, revisi Perbup dan polemik Mutasi Perdes. Foto/Istimewa

SRAGEN-  Kejaksaan Negeri (Kejari)  Sragen mengisyaratkan akan memulai tahap penyelidikan Pidana Khusus (Pidsus) kasus dugaan penyimpangan proyek pengadaan komputer sistem informasi desa (SID)  di 196 desa awal pekan depan. Sementara pada tahap awal,  sudah ada sekitar 100an Kades yang diperiksa secara maraton oleh tim Intel.

“Sudah ada sekitar 100an Kades dari 20 kecamatan yang kami periksa. Nanti untuk tahap kedua,  tidak menutup kemungkinan 196 Kades kita panggil dan periksa lagi. Tergantung kebutuhan, ” papar Kasie Pidsus Adi Nugraha mewakili Kajari Sragen,  Muh Sumartono,  Jumat (4/5/2018).

Perihal status mereka, Adi mengatakan sementara masih dalam tahap permintaan keterangan. Soal kemungkinan tersangka, ia belum berani mengandai-andai.

Baca Juga :  Bayar Kenaikan Gaji PNS 5 %, Pemkab Sragen Harus Nombok Rp 15 Miliar 

Sebab untuk menuju ke itu,  masih harus melalui proses panjang dan beberapa tahapan. Saat ini menurutnya penanganan baru ditingkatkan ke penyelidikan pidana khusus setelah ditemukan peristiwa pidana dari kesimpulan penyelidikan Intel.

Tim Pidsus nantinya akan memperdalam dan mengusut tuntas peristiwa pidana dengan pemeriksaan lanjutan yang lebih detail.

Selain para Kades, beberapa pihak terkait seperti dari dinas dan rekanan penyuplai komputer,  juga akan diperiksa.

Soal siapa yang berpotensi ditetapkan tersangka dan berapa jumlahnya,  Adi kembali menyampaikan masih terlalu dini untuk menyimpulkannya.

Baca Juga :  Kelulusan CPNS Di Bawah 10 %, Bupati Grobogan Surati Menpan-RB dan BKN. Desak Ada Perubahan Kebijakan! 

“Tunggu saja perkembangannya. Yang jelas kami akan menjalankan penyelidikan sesuai tahapan dan SOP yang ada. Saat ini tim sedang menyusun rencana penyelidikan. Apa-apa yang dibutuhkan dan siapa-siapa yang akan dimintai keterangan di tahap penyelidikan,” tukasnya.

Di sisi lain, peningkatan penanganan ke penyelidikan Pidsus itu langsung membuat kalangan Kades panas dingin. Sejumlah Kades dan pengurus FKKD dilaporkan langsung menggeruduk Kejari untuk berkonsultasi.

Selain itu, Kades-Kades yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Sragen menggelar pertemuan membahas persiapan menghadapi pemanggilan tahap kedua oleh Kejari.

“Iya tadi memang berkumpul. Cuma tidak sampai membahas detail soal itu (kasus SID). Hanya penyampaian saja dan persiapan menghadapi pemeriksaan saja, ” ujar salah satu Kades di Sragen Barat, SN. Wardoyo

Loading...