loading...
Loading...
Ilustrasi skandal seks PNS pejabat

SRAGEN- Kasus dugaan skandal seks dan nikah siri yang melibatkan oknum Kabag di Sekretariat DPRD Sragen dengan bidan cantik berinisial DIS (28) semakin memanas. Ketua DPRD Sragen,  Bambang Samekto mengendus ada indikasi ketidakberesan pada oknum bidan DIS sehingga ia menantang untuk dilakukan cek kehamilan.

Pernyataan itu dilontarkan Bambang menyusul mencuatnya kasus itu setelah DIS mendadak mengadu ke Setwan dan mengaku sudah nikah siri dengan oknum Kabag awal pekan ini. Bidan yang disebut berstatus janda itu membuat gempar dengan mengaku sudah nikah siri dan kini tengah hamil empat bulan.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Pabrik Triplek di Sambungmacan Sragen. Karyawan Berhamburan, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta 

Meski nikah siri itu kemudian diakui oleh Kabag berinisial D (54) itu,  namun Bambang masih meragukan pengakuan kehamilan DIS. Sebab dari informasi yang diterimanya,  DIS juga disebut punya latar belakang tak beres.

“Makanya perlu diperiksa saudari Dina (DIS) itu apakah benar hamil? Atau hanya mengaku hamil untuk mencemarkan nama baik Setwan DPRD.  Kok tiba tiba langsung muncul di media, ” papar Bambang Kamis (24/5/2018).

Baca Juga :  Kasus Meninggalnya Anggota DPRD Sragen Sugimin, Kapolres Wonogiri Sampaikan Tak Temukan Luka Fisik. Begini Keterangan Otopsi Dari Pihak RSUD Moewardi 

Bambang mengaku geram lantaran dari kabar yang diterimanya, DIS juga dikabarkan sering mengumbar pengakuan merasa dekat dengan pejabat-pejabat DPRD Sragen.

Bahkan,  ia juga sempat mendapat laporan jika DIS memiliki sisi gelap dan indikasi kejahatan yakni penipuan.

“Saya juga tahu kejahatan dia perihal lain, nanti biar dia juga mempertanggung jawabkan,” tukasnya.

Perihal nasib sang Kabag,  menurutnya jika memang ada pelanggaran indisipliner, pihaknya mempersilakan ditindaklanjuti. Namun untuk keadilan, bidan DIS juga tak boleh dibiarkan lepas dari tanggungjawab atas indikasi kejahatan yang dilakukannya.

Baca Juga :  KPU Sragen Tegaskan Pemilih Tak Boleh Bawa Kepekan, Lansia Dilarang Dicobloskan. Dokumentasikan Coblosan Diancam 12 Bulan Penjara!

“Kami juga siap melaporkannya, ” tandasnya. Wardoyo

Loading...