loading...


Tribunnews

JIka di belahan dunia yang lain, masjid dibangun megah, dengan hiasan menara berlapiskan emas serta ornamen dinding bermotif kaligrafi, maka lain halnya dengan masjid yang berada kawasan gurun di Asaita, Danakil, Ethiopia ini.

Di masjid ini, tidak ada hiasan kaligrafi, juga tidak pula berdinding tembok megah. Tidak ada menara yang menjulang tinggi dengan puncak yang berdiri kokoh, bahkan tidak dilengkapi pula dengan daun pintu.

Baca Juga :  Tragis, Bayi 9 Bulan Tewas Dicabuli dan Disodomi Suami Pengasuhnya

Melainkan, masjid ini dibangun dengan bahan kayu secara keseluruhan. Kayu yang digunakan pun bukanlah kayu yang sudah melewati tahapan finishing, sebaliknya menggunakan kayu dari batang-batang pohon yang sudah kering. Kemudian disatukan hingga menjadi dinding dengan pengikat yang terbuat dari kulit kayu pula.

Di sekelilingnya, diberikan tumpukan batu yang menandai bahwa ada bangunan di tempat ini.
Bahan dasar batang kayu juga digunakan untuk membangun menara.

Baca Juga :  Kucing Ternyata Punya Akar Sejarah yang Panjang di Mesir, Ini Buktinya

Di bagian pondasi, menggunakan tumpukan batu, kemudian disusun menjadi menara dengan tumpukan batang kayu. Terlihat sangat sederhana, namun masjid ini tentu tak kehilangan daya tarik eksotisnya.

Bagaimana dengan jamaahnya? Tidak banyak, karena sebagian besar masjid ini digunakan oleh para musafir yang kebetulan melintas menggunakan unta di daerah tersebut.
Sungguh indah bukan? # Tribunnews

Loading...