JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Merasa Jadi Korban Tol Soker, Puluhan Warga Gungan Masaran Demo Tuntut Dibuatkan Terowongan

Warga Dukuh Gungan Karangmalang saat demo di Tol Soker Masaran, Rabu (2/5/2018). Foto/Wardoyo

IMG 20180502 135225 513 768x576
Warga Dukuh Gungan Karangmalang saat demo di Tol Soker Masaran, Rabu (2/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi demo terhadap proyek Tol Soker kembali terjadi di Masaraan. Puluhan warga Dukuh Gungan, Desa Karangmalang menggeruduk ke proyek tol di Dukuh Masaran, Masaran untuk menyuarakan aspirasi mereka,  Rabu (02/05/2018).

Aksi dipimpin oleh salah satu warga,  Bambang yang merupakan tokoh pemuda setempat. Aksi digelar dengan orasi dan memasang sebuah sepanduk di pinggir jalan tol.

Isi spanduk berisi tuntutan bahwa mereka meminta pihak proyek jalan tol untuk membuatkan terowongan ke Dukuh Gungan.

Baca Juga :  135 Perempuan di Bawah Umur di Sragen Dinikahkan Dini, Angkanya Meroket 300 %. Kecamatan Masaran, Sambirejo dan Mondokan Paling Banyak..

Sejumlah warga mengatakan aksi demo terpaksa  dilakukan karena jalan tol sudah dibangun jadi, namun tidak ada jalan tembus/terowongan sebagai saluran irigasi ke dukuh Gungan.

“Itu sangat merugikan warga Dukuh Gungan. Bila hujan deras Dukuh Gungan kebanjiran. Tuntutan dibuatkan terowongan sudah berkali-kali kami sampaikan tapi belum ada realisasi dan respon, ” ujarnya.

Wakapolsek Masaran Iptu Suwarso bersama anggota tampak memberikan pengamanan kepada warga. Pengamanan dilakukan untuk mencegah aksi anarkis ataupun merusak jalan tol yang kini tinggal menunggu pembukaan itu.

Baca Juga :  Hasil Musda, KH Minanul Aziz Kembali Dipercaya Pimpin MUI Kabupaten Sragen. Berikut Susunan Lengkap Kepengurusan MUI Sragen 2021-2026!

Puluhan warga kemudian ditemui oleh pihak proyek tol PT SNJ dan perwakilan Waskita. Humas Waskita,  Budi menyampaikan bahwa permintaan warga tentang pembuatan saluran irigasi/terowongan akan disampaikan ke pihak pimpinan dan PT SNJ.

“Kami pelaksana hanya akan mengerjakan proyek sesui gambar yang ada. Kami minta warga agar bersabar, karena permintaan terowongan akan kami ajukan ke pimpinan terlebih dahulu, ” ujar Budi. Wardoyo