loading...
Foto/Tempo.co

JAKARTA-  Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih berada di Rumah Tahanan Mako Brimob. Polisi memperhitungkan kemungkinan kelompok narapidana teroris menyandera Ahok.

“(Ahok) masih di Rutan (Mako Brimob),” kata Setya di Jakarta, Kamis (10/5/2018).

Setya menuturkan kepolisian memperhitungkan kemungkinan kelompok narapidana teroris menyandera Ahok seusai terjadi kerusuhan di Rutan Mako Brimob. Setya tak menyebutkan kondisi Ahok seusai kerusuhan di Mako Brimob yang menewaskan lima anggota Polri.

Baca Juga :  Duh, Gara-gara Dimabuk Asmara, Wanita Pegawai Rutan Ini Nekat Menyelundupkan Napi untuk Kabur

Ia hanya menuturkan bahwa Ahok tidak berada di blok yang memicu awal terjadinya kerusuhan kelompok narapidana kasus terorisme tersebut.

Menurut Setyo, situasi di Rutan Mako Brimob dalam kondisi aman dan terkendali. Tim negosiator telah membebaskan Brigadir Kepala Iwan Sarjana yang sebelumnya disandera. Tim negosiator membebaskan Bripka Iwan setelah mengirimkan makanan kepada narapidana teroris.

Baca Juga :  Filmnya Meledak di Pasaran, Ahok Bakal Bebas 24 Januari  2019

Sebelumnya narapidana teroris menyandera enam anggota Brimob, lima di antaranya telah gugur. Kelima polisi yang gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob itu adalah Inspektur Satu Luar Biasa Anumerta Yudi Raspuji, Ajun Inspektur Dua Luar Biasa Anumerta Deni Seadi, Brigadir Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho.

Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Sukron Fadli, Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamingkas.

Baca Juga :  Makelar Anggaran Bergenyatangan, Menkeu Ingatkan Pemdes Jangan Tertipu

www.tempo.co


Loading...