JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Indahnya Hamparan Kebun Bunga Matahari di Hargobinangun Sleman Ini

Tribunnews

SLEMAN – Hamparan bunga Matahari terbentang indah di lahan seluas 2.600 meter, tepatnya di Jalan Kaliurang km 21, Dusun Purworejo, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta.

Kebun Bunga Matahari yang baru berbunga di pertengahan puasa tersebut memang sengaja dijadikan objek wisata menyambut liburan lebaran. Dulunya, lahan tersebut merupakan sawah.

Berkat keinginan Sumarno untuk menciptakan tempat rekreasi baru yang belum ada di sekitar Kaliurang, lahan tersebut disulap menjadi wahana yang selalu ramai pengunjung dan dinamai Haloi Garden.

Letaknya yang strategis, yakni berada di jalan menuju objek wisata di Kaliurang, membuat tempat wisata baru ini cepat sekali dikenal orang. Dalam sehari, pengunjung yang datang bisa mencapainya 1.200 orang.

Baca Juga :  Kebakaran Toko Roti di Yogya Tewaskan 1 Orang Karyawan

“Lebaran ini kebanyakan orang mudik, bareng-bareng keluarga. Kalau di Magelang dan Samas kan sudah ada. Makanya kita ciptakan ini di Kaliurang yang belum ada. Dulunya sawah biasa, pinjam punya saudara,” terangnya beberapa hari lalu.

Untuk lahan parkir sendiri di letakan di Gelanggang Olahraga Bethesda yang lokasinya tidak jauh dari kebun bunga tersebut.

Untuk tiket masuk pengunjung hanya perlu membayar sebesar Rp 5.000. Karena letaknya di dataran yang tinggi, hal tersebut berpengaruh dengan tinggi batang bunga Matahari yang juga lebih menjulang tinggi. Rata-rata, tinggi batang bunga Matahari mencapai 2,5 meter.

Oleh karenanya, pengelola juga sudah menyiapkan tempat untuk berdiri saat foto agar tidak tertutup oleh batang. Pengunjung sendiri tidak hanya berasal dari Yogya, namun juga banyak dari luar Yogya yang mampir saat melakukan mudik.

Baca Juga :  Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi, Yogyakarta Andalkan Sektor Pendidikan dan Pariwisata

“Kita juga sudah siapkan tempat untuk foto. Kalau disini lokasinya sekitar radius 10 km dari Merapi. Kita coba menyediakan pilihan untuk para traveler, apalagi banyak juga yang dari Jakarta, bagi mereka ini merupakan suatu yang menarik, karena tidak ada disana,” ungkapnya.

Selain lokasi untuk foto, Sumarno juga menyediakan biji bagi para pengunjung. Dengan membayar sebesar Rp 6.000, pengunjung sudah bisa membawa pulang bibit sebanyak 30 biji.

www.tribunnews.com