Beranda Daerah Sragen Jadi Destinasi Wisata Dunia, 7 KM Jalan di Museum Sangiran Resmi...

Jadi Destinasi Wisata Dunia, 7 KM Jalan di Museum Sangiran Resmi Naik Kelas

261
BAGIKAN
Iklan Baris Joglosemar News
Mantan Mendiknas, Anies Baswedan saat berkunjung ke Museum Sangiran beberapa waktu lalu. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Pemkab Sragen bakal menaikkan status jalan yang ada di klaster musem di wilayah Sangiran, dari awalnya jalan desa menjadi jalan kabupaten. Hal ini dilakukan karena kawasan wisata purba itu adalah bagian dari kawasan strategis nasional, sehingga ada perlakuan khusus.

Ruas yang status kelas jalannya naik itu sepanjang tujuh kilometer.Diantaranya ada di Klaster Bukuran, Klaster Ngebung di Kecamatan Kalijambe dan Klaster Manyarejo, Kecamatan Plupuh.

Selain itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memastikan melakukan perbaikan dan pelebaran jalan di ruas jalan Kalijambe-Sangiran. Dianggarkan Rp 9 miliar untuk perbaikan dan pelebaran di ruas yang menjadi akses utama menuju ke Museum Sangiran di Krikilan tersebut.

“Peningkatan kelas jalan itu sudah diatur dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Sragen, dari jalan desa menjadi jalan kabupaten. Ini untuk memfasilitasi kunjungan wisatawan ke museum dan klaster-klaster yang ada di Sangiran sebagai kawasan strategis nasional,” jelas Kepala DPUPR Marija, belum lama ini.

Menurut dia, ruas jalan yang kelasnya naik, panjangnya sekitar tujuh kilometer. Namun yang mendapat penanganan tahun ini baru sekitar 2,5 km. Selain perbaikan di ruas Kalijambe-Sangiran, pekerjaan lain yang dilakukan adalah perbaikan jalan dan pembangunan talud di Klaster Ngebung.

Marija mengungkapkan, karena awalnya merupakan jalan desa, sehingga kondisi jalan yang ada masih cukup memprihatinkan. Sebab, konstruksi jalannya belum pernah diperkeras, karena itu harus ditalud terlebih dahulu di kanan kirinya.

Baca Juga :  Derita Warga di Kandangsapi, Salah Satu Desa Termiskin di Sragen. 6 RT Kekurangan Tiang Listrik, Kena Angin Sedikit Langsung Byar Pet

“Kalau tidak ditalud dulu, nanti bisa ambles. Setelah ditalud, dicor beton dan dilebarkan,” katanya.

Pelebaran jalan memang perlu dilakukan, untuk memudahkan kendaraan khususnya dari wisatawan untuk menuju ke klaster-klaster. Selama ini, salah satu kesulitan yang dialami adalah sempitnya jalan menuju ke klaster, padahal wisatawan banyak yang menggunakan kendaraan besar seperti bus wisata. Marija menandaskan, diperlukan waktu selama dua tahun anggaran untuk bisa memperbaiki dan memperlebar ruas jalan menuju klaster-klaster tersebut.

“Untuk anggarannya pada APBD 2018 dan APBD 2019 dan diharapkan bisa selesai,” tegasnya.

Untuk ruas Kalijambe-Sangiran sendiri dengan anggaran Rp 9 milliar, juga akan dilebarkan setengah meter di sisi kanan dan kiri. Sehingga lebarnya ada yang 5-6 meter, dengan total panjang empat kilometer.

Di ruas itu ada yang dihotmix dan ada pula yang dicor beton. Dengan perbaikan dan pelebaran itu, maka semakin memudahkan bus-bus pariwisata yang besar untuk melintas. Wardoyo