JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pilkada 2018, Perempuan Kepala Daerah di Jawa Timur Bertambah Jadi 10 Orang. Siapa Saja Mereka?

Daerah di Jawa Timur banyak dipimpin kaum perempuan. Usai Pilkada 2018, perempua kepala daerah makin bertambah. Inilah salah satu meme yang menggambarkan para wanita pemimpin di Jatim. Meme tersebut beredar di grup-grup medsos. Foto: facebook
Daerah di Jawa Timur banyak dipimpin kaum perempuan. Usai Pilkada 2018, perempua kepala daerah makin bertambah. Inilah salah satu meme yang menggambarkan para wanita pemimpin di Jatim. Meme tersebut beredar di grup-grup medsos. Foto: facebook

SURABAYA-Kepala Daerah di Jawa Timur rupanya banyak dijabat oleh perempuan. Kali ini dari hasil Pilkada 2018 muncul kembali perempuan sebagai pemenangnya.

Salah satunya adalah nama Khofifah Indar Parawansa yang muncul sebagai peraih suara terbanyak pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur dalam Pilkada 2018 berdasarkan hasil hitung cepat.

Jika benar pasangan calon wakil gubernur Emil Dardak ini memperoleh suara mayoritas, maka nama Khofifah akan menambah daftar perempuan kepala daerah di Jawa Timur.

Selain Khofifah, ada empat nama calon kepala daerah perempuan, baik yang baru maju maupun petahana yang meraih suara terbanyak versi hitung cepat. Ada pula 5 kepala daerah perempuan lainnya yang tengah menjabat.

Berikut ini profil 10 kepala daerah perempuan (baik yang terpilih berdasarkan quick count maupun sedang menjabat) dari 29 kabupaten dan 9 kota di Jawa Timur:

 

  1. Khofifah Indar Parawangsa

Khofiah Indar Parawansa lahir di Surabaya pada 19 Mei 1965. Khofifah pernah maju di pemilihan gubernur Jawa Timur pada 2008 dan 2013, namun belum berhasil. Kali ini, dia diprediksi memperoleh suara terbanyak berdasarkan hasil hitung cepat.

 

  1. Puput Tantriana Sari Hasanuddin

Puput Trantriana Sari Hasanuddin lahir di Ponorogo, Jawa Timur, pada 23 Mei 1983. Dia menjabat bupati Probolinggo periode 2013 – 2018 dan merupakan istri dari bupati Probolinggo sebelumnya, Hasan Aminuddin. Di Pilkada 2018 ini, Puput diperkirakan mampu melanggengkan kekuasaannya sebagai bupati Probolinggo.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Membeludak, DKI Gandeng 26 RS Swasta

 

  1. Mundjidah Wahab

Nama lengkapnya adalah Nyai Hj Mundjidah binti KH Abdul Wahab Hasbullah. Lahir di Jombang pada 22 Mei 1948, ayah Mundjidah adalah seorang ulama besar sekaligus pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama. Bu Nyai Mundjidah, demikian sebagian orang menyapa dia, sebelumnya menjabat sebagai wakil bupati Jombang periode 2013 – 2018. Pilkada kali ini membuka peluang dia untuk mencapai posisi nomor satu di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

 

  1. Ita Puspita Sari

Perempuan yang akrab disapa Neng Ita maju sebagai calon wali kota Mojokerto dan memperoleh suara terbanyak versi hitung cepat. Ita Puspita Sari adalah adik dari Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa.

 

  1. Anna Mu’awanah

Anna adalah Bupati Bojonegoro terpilih berdasarkan quick count bersama pasangannya Budi Irawanfo. Anna pernah menjabat sebagai anggota DPR selama tiga periode.

 

  1. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Tri Rismaharini atau biasa disapa Risma adalah walikota Surabaya ke-23. Dia menjabat wali kota sejak 28 September 2010. Risma lahir di Kediri, Jawa Timur pada 20 Oktober 1961. Dia adalah perempuan pertama yang wali kota Surabaya, dan diusung oleh PDIP.

 

Selama masa kepemimpinannya, Kota Surabaya meraih Piala Adipura Kencana berturut-turut pada 2011, 2012, 2013, dan 2014 untuk kategori kota metropolitan, serta Piala Adipura Paripurna di 2016. Tri Rismaharini juga dinobatkan sebagai wali kota terbaik ketiga di dunia versi World City Mayors Foundation atas keberhasilannya dalam mengubah wajah Kota Surabaya menjadi lebih hijau dan tertata.

Baca Juga :  Status Positif Covid-19 pada Paslon Peserta Pilkada Serentak 2020 Bakal Pengaruhi Nomor Urut, Bisa Dapat Nomor Urut Sisa atau Terakhir

 

  1. Bupati Jember Faida

Faida lahir pada 19 September 1968 di Malang, Jawa Timur. Perempuan yang menjabat sebagai bupati hingga 2021 ini berasal dari keluarga dokter. Ayahnya, Musytahar Umar Thalib adalah seorang dokter sekaligus pemilik Rumah Sakit Al – Huda.

 

  1. Bupati Kediri Haryanti Sutrisno

Dominasi keluarga Haryanti Sutrisno telah berkuasa di Kabupaten Kediri selama 18 tahun. Suami Haryanti, Sutrisno menjabat sebagai bupati selama 2 periode, yakni 2000 – 2010. Melalui Pilkada, Haryanti melanjutkan kepemimpinan suaminya sampai 2021 nanti.

 

  1. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko

Dewanti Rumpoko adalah Dosen Fakultas Psikologi, Universitas Merdeka Malang. Pada Pilkada Kota Batu 2017, dia maju bersama Punjul Santoso dan meraih suara terbanyak. Dewanti Rumpoko tak lain adalah isteri dari Eddy Rumpoko, yang merupakan wali Kota Batu periode sebelumnya.

 

  1. Wali Kota Probolinggo Rukmini Buchori

Perempuan kelahiran Probolinggo, 13 Januari 1957, ini adalah istri dari Wali Kota Probolinggo periode 2004-2009 dan 2009-2014, HM Buchori. Rukmini menjabat wali kota sejak Januari 2014. Sebelum menjadi wali kota, Rukmini adalah anggota DPR RI periode 2009-2014 dari PDI Perjuangan mewakili Jawa Timur.

www.teras.id